Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 11:29 WIB

OTT Walikota Cilegon, Ini Kata Mendagri Tjahjo

Oleh : Agus Irawan | Minggu, 24 September 2017 | 12:01 WIB
OTT Walikota Cilegon, Ini Kata Mendagri Tjahjo
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya akan berbenah setelah KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan terhadap Kepala Daerah.

"Ini sekaligus agar kami bisa bekerja keras dalam membenahi berbagai hal," kata Tjahjo dalam keterangan tertulis, Minggu (24/9/2017).

Tjahjo menyebutkan, harus ada pembenahan sistem pemerintahan daerah, meskipun saat ini hal tersebut masih dilakukan. Penerapan e-Goverment yang di dukung dengan transparansi anggaran perlu dilakukan.

"Mulai dari e-Planing, e Budgeting, e- Procurement, e- permit dan lain sebagainnya," jelasnya.

Kemudian, Kemendagri juga akan mengurangi biaya Pilkada yang tinggi dan melakukan penguatan kelembagaan, termasuk Inspektorat di daerah.

"Jadi inspektorat daerah akan di tata ulang kewenangannya agar dapat mengamankan sebagai perangkat daerah dan perangkat wilayah pusat sesuai saran dari KPK dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)," ujarnya.

Menurutnya pihaknya akan melakukan reorientasi perilaku kepemimpinan kepala daerah. "Ada tindakan untuk kepala daerah terkena kasus korupsi,
Dan Orientasi bagi kepala daerah baru, berkomitmen dalam bentuk fakta integritas,berbagai teguran dan supervisi KPK, sampai sanksi yang tegas, bahkan bagi yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK, maka akan langsung diganti dengan pelaksana tugas (Plt)," tegasnya.

Selain itu, hal yang sangat penting merupakan pendidikan anti korupsi bagi kepala daerah. Mendagri akan menyiapkan modul untuk pegangan kepala daerah dalam melaksanakan tugasnya.

"Untuk kedapan, semua latihan kepemimpinan dan diklat masih kami benahi menjadi 50 persen modul berisi subtansi anti korupsi khususnya pencegahan sebagai bagian dari gerakan nasional revolusi mental," ucapnya.

Seperti diketahui, KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan ( OTT) terhadap Walikota Cilegon Tubagus Irman Ariyadi dan sejumlah orang pada Jumat (22/9/2017). OTT diduga atas perizinanan kawasan industri di salah satu kota di Banten. [fad]

Komentar

 
x