Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 15:13 WIB

Radikalisme Lebih Bahaya Dari PKI?

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 24 September 2017 | 04:05 WIB
Radikalisme Lebih Bahaya Dari PKI?
Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmi Faisal - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmi Faisal mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu kembalinya PKI. Indonesia harusnya khawatir dengan gerakan berskala global seperti menyebarnya paham Radikalisme.

"Sekarang ini bahaya laten yang harus ditakuti adalah gerakan dengan skala global seperti menguatnya paham radikalisme dan terorisme atas nama agama, juga bahaya penyebadan narkoba," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (23/9/2017).

Ia mengimbau agar publik tidak kehabisa energi untuk membahas perkara yang hanya bisa memceh belah bangsa. Terkait isu PKI, ada satu hal yang memang harus diperhatikan. Sejarah tidak bisa dilupakan.

"Energi publik jangan dihabiskan untuk perkara-perkara yang hanya akan memecah belah bangsa. Bahwa sejarah tidak boleh dilupakan itu sangat penting," tandasnya.

Dikethaui, isu keberadaan PKI kembali menghangat seiring peringatan Gerakan 30 September pada akhir bulan ini. Hal itu ditambah dengan adanya insiden yang terjadi di halaman kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Selain itu, polemik soal pemutaran film G-30-S PKI yang sejak era reformasi tak lagi ditayangkan secara nasional ini, kembali muncul. Bahkan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menginstruksikan anak buahnya untuk menonton film yang di era Orde Baru itu wajib tayang melalui saluran TVRI. [hpy]

Komentar

 
x