Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Januari 2018 | 00:02 WIB
 

Jadi Target OTT, Walikota Cilegon Pilih Menyerah

Oleh : Ivan Setyadi | Sabtu, 23 September 2017 | 20:39 WIB
Jadi Target OTT, Walikota Cilegon Pilih Menyerah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Walikota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi, rupanya tidak sempat terciduk oleh Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Jumat (22/9/2017) malam.

Saat sembilan orang diamankan sudah berhasil dibekuk, Walikota Cilegon yang juga Ketua DPD Golkar itu menyerahkan diri ke KPK sekitar pukul 23.30 WIB.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan kronologis dugaan suap kepada Wali Kota Cilegon dan pihak lain terkait perizinan pada Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon pada tahun 2017

Pada Jumat 22 September sekitar pukul 15.30 WIB tim KPK mengamankan sejumlah pihak di beberapa lokasi. Berturut-turut diamankan CEO Cilegon United Football Club Yudhi Apriyanto (YA) di kantor Bank BJB cabang Cilegon sesaat setelah penarikan uang Rp800 juta.

"Saat itu tim KPK mengamankan YA dan 3 orang staf dan Rp800 juta sesaat setelah melakukan penarikan uang tersebut," tambah Basaria. Selanjutnya tim KPK menuju kantor Cilegon United Football Club dan mengamankan uang Rp352 juta.

"Rp352 juta itu diduga sisa dana pemberian pertama yang ditransfer PT KIEC (Krakatau Industrial Estate Cilegon) kepada Cilegon United Football Club sebesar Rp700 juta melalui transfer pada Rabu 19 September 2017. Jadi ada 2 kali transfer yaitu Rp800 juta dan Rp700 juta sesuai kesepakatan awal yaitu sejumlah Rp1,5 miliar untuk pengurusan Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) mall Transmart," beber Basaria.

Secara pararel selanjutnya tim bergerak ke jalan tol Cilegon barat dan mengamankan Project Manager PT Brantas Abipraya Bayu Dwinanto Utomo dan 1 orang staf dan 1 orang supir. Ketiganya kemudian dibawa ke gedung KPK.

Tim KPK juga mengamankan Legal Manager PT KIEC Eka Wandara Dahlan di daerah Kebon Dalem Cilegon dan Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Ahmad Dita Prawira di kantor Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal kota Cilegon.

Terakhir pada Sabtu, 23 September 2017 sekitar pukul 14.00 WIB Hendry selaku perantara penerima datang ke KPK dan dilakukan pemriksaan lebih lanjut.

"Mall transmart ini akan dibuka di kawasan PT KIEC yang izin prinsipnya sudah ada sedangkan pihak yang akan membangun adalah PT BA. Kemudian karena izin prinsip sudah keluar SPK (Surat Perintah Kerja) sudah ke luar tapi proses tidak bisa jalan kalau tidak ada Amdal," tandasnya.

Komentar

 
Embed Widget

x