Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 14 Desember 2017 | 11:35 WIB

Kapolri Minta Jangan 'Main' Isu Sensitif

Oleh : Ivan Setyadi | Sabtu, 23 September 2017 | 22:09 WIB
Kapolri Minta Jangan 'Main' Isu Sensitif
Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian - (Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Banyumas - Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian berharap semua pihak tidak sengaja memainkan isu sensitif ditengah kondisi sosial politik saat ini.

Seperti ramai beberapa hari terakhir, isu tentang G30S/PKI begitu ramai diperdebatkan hingga timbul kerusuhan.

"Saya berharap semua pihak dapat menahan diri. Jangan kemudian menampilkan isu-isu ini di tengah situasi politik yang rentan. Mau ada Pilkada, mau ada Pilpres, mau ada peringatan G30S," kata Tito usai menyampaikan pidato ilmiah pada wisuda sarjana dan pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu (23/9/2017).

"Bukan berarti kita melupakan sejarah, tapi ada timing yang tepat untuk bicara soal itu," sambungnya.

Dari kunjungannya ke beberapa negara, dia mendapati ideologi komunis tengah meredup. Rusia dan Cina bahkan saat ini mulai mengarah pada sistem kapitalis. Namun demikian untuk mewaspadainya, di Indonesia Polri berpegang pada aturan hukum yang ada.

"Jelas ada Tap MPR ditambah dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999, tentang penyebaran ideologi termasuk marxisme, leninisme, komunisme. Jadi, sepanjang ada upaya penyebaran itu, Polri jelas akan ada penegakan hukum," jelasnya.

Negara lain, kata Tito, saat ini sudah berbicara tentang kompetisi antarnegara. Negera yang mampu solid didalam, mereka akan mampu tampil bersaing negara lain.

"Oleh karena itu didalam negeri kita harus solid. Setiap membicarakan isu, kita liat konteksnya ini akan produktif atau kontra produktif. Kira-kira akan banyak bermanfaat bagi orang banyak atau kurang bermanfaat," tandasnya.

Komentar

 
x