Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 16:52 WIB
 

Gencar OTT 'Receh', KPK Jadi Sorotan

Oleh : Ivan Setyadi | Sabtu, 23 September 2017 | 16:56 WIB
Gencar OTT 'Receh', KPK Jadi Sorotan
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Satu lagi kepala daerah menjadi korban Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selama dua bulan terakhir, ada setidaknya lima OTT yang dilancarkan lembaga antirasuah.

Namun, tangkapan KPK dengan jumlah nilai dibawah Rp1 miliar kerap dikritik oleh berbagai pihak.

Menanggapi hal tersebut penelti ICW Tama S Langkun menganggap bahwa OTT seharusnya jangan dilihat dari siapa yang ditangakap dan bukanlah besaran rupiah barang bukti yang diamankan. Yang dinilai publik harusnya aktor-aktor yang ditangkap oleh KPK.

"Yang dilihat dalam OTT bukanlah berapa kerugian negara. Seharusnya dilihat siapa aktor yang melakukan tersebut," papar Tama di Warung Daun, Cikini, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (23/9/2017).

Tama menilai bahwa yang utama, KPK dalam melakukan OTT adalah profil pelaku, sehingga besaran rupiah yang diterima pelaku merupakan pertimbangan yang kedua meskipun bila nantinya ada OTT kepada hakim meskipun hanya bernilai puluhan juta rupiah saja.

"Frasa receh kerugian negara minimal tidaklah dikenal. Soal suap yang mengakibatkan OTT enggak bicara minimal harus Rp1 miliar," jelas Tama.

Seperti yang diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melancarkan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, KPK menangkap Wali Kota Cilegon, Banten berinisial TIA dan sembilan orang lainnya yang diamankan termasuk pejabat dinas dan pihak swasta.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, selain menangkap para pihak tersebut, dalam OTT ini, tim Satgas KPK juga menyita uang ratusan juta rupiah yang diduga merupakan suap kepada TIA.

Komentar

 
Embed Widget

x