Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 12:41 WIB

BPK Siapkan Sanksi Tegas ke Auditornya

Oleh : Ivan Sethyadi | Sabtu, 23 September 2017 | 09:12 WIB
BPK Siapkan Sanksi Tegas ke Auditornya
Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK Yudi Ramdan Budiman - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak akan mentolerir kasus suap yang melibatkan Sigit Yugoharto, auditor BPK yang tertangkap menerima suap motor Harley Davidson dari General Manger PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi Setiabudi.

"BPK secara prinsip tidak mentolerir pelanggaran hukum dan kode etik dan akan secara tegas akan memberikan sanksi sesuai ketentuan," ujar Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional BPK Yudi Ramdan Budiman di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (22/9/2017) malam.

Pihaknya tengah melakukan pemeriksaan internal atas dugaan pelanggaran kode etik dan pelanggaran disiplin, yang dilakukan oleh Sigit. Nantinya, kata Yudi, hasil dari pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar bagi majelis kehormatan dewan BPK untuk memutuskan bentuk sanksi kepada Sigit.

Hasil pemeriksaan tersebut, lanjut Yudi, akan dikoordinasikan oleh KPK. Hal ini sebagai bentuk dukungan dari KPK dalam memperkuat penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

"BPK mendukung sepenuhnya penegakan hukum yang telah dan sedang dilakukan KPK," pungkas Yudi.

Selain Sigit, KPK juga menetapkan General Maneger Jasa Marga cabang Purbaleunyi Setiabudi sebagai tersangka kasus suap. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT) terhadap kantor cabang PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi

Sigit diduga menerima suap berupa satu unit motor Harley Davidson Sportster 883 dengan perkiraan nilai Rp 115 juta. Motor tersebut diberikan Setiabudi selaku General Manager Jasa Marga cabang Pubaleunyi. Saat ini, motor tersebut telah disita KPK.

Sigit selaku kepala tim pemeriksa di Jasa Marga cabang Purbaleunyi menemukan indikasi kelebihan pembayaran terkait pekerjaan pemeliharaan periodik rekontruksi jalan dan pengecatan marka jalan yang tidak seusai dan tidak dapat diyakini kewajaranya tahun 2015-2016.

Sebagai pihak menerima, Sigit disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b, atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001

Sementara itu, sebagai pihak pemberi suap Setiabudi dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001. [rok]

Tags

Komentar

 
x