Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 02:06 WIB

Bisnis Pil PCC Sudah Punya Jaringan Luas

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Jumat, 22 September 2017 | 23:11 WIB
Bisnis Pil PCC Sudah Punya Jaringan Luas
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bareskrim Polri telah menangkap empat orang tersangka dalam memproduksi dan mengedarkan obat ilegal PCC (Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol). Diketahui bisnis ini sudah direncanakan dan terorganisir.

Awalnya polisi menangkap seseorang bernama Muhammad Aqil Syraj di Rawamangun, Jakarta Timur. Dari tangannya ditemukan barang bukti 19 ribu pil PCC siap diedarkan. Aqil mengaku mendapatkan barang ilegal itu dari seseorang bernama Will Yendra.

Will yang tinggal di Rawamangun mengaku pil PCC yang didapat dari pasangan suami istri di Bekasi. Pasutri itu bernama Budi Purnomo dan Leni Kusniwati, mereka berdua merupakan pemilik dari gudang bahan baku pil PCC di Cimahi, Jawa Barat.

"Di daerah Cimahi salah satu rumah yang dijadikan gudang bahan baku ditemukan 4 Ton lebih," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Dari keterangan pasutri tersebut, didapati informasi adanya lokasi pembuatan PCC di Purwokerto, Jawa Tengah. Dari Purwokerto, Penyidik mengendus tempat penyimpanan di Surabaya, Jawa Timur. Petugas menyita 1.240.000 butir pil zenith, 35 ribu butir carnophen dan 100 ribu butir dexomethorpan.

Dari pengakuan para tersangka, bisnis peredaran pil PCC ini sudah berjalan selama dua tahun. Tetapi, Polisi tidak percaya begitu saja, karena ada fakta di lapangan yang menunjukan bisnis ini sudah cukup lama dijalankan.

"Nggak, saya liat ini pabriknya sudah lima tahun. Bahkan mereka juga sudah menyiapkan lahan lagi," ujarnya.

Para tersangka kini dikenakan pasal 197 subsider pasal 196 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denfa paling banyak Rp1,5 miliar.

Sedangkan untuk tersangka Budi Purnomo ditambahkan pasal 3 dan pasal 4 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana. Pencucian uang dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjaran dan denda Rp10 miliar.[jat]

Tags

Komentar

 
x