Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 06:10 WIB

PKS Heran Bahaya PKI Disebut 'Hantu'

Oleh : Ray Muhammad | Kamis, 21 September 2017 | 03:00 WIB
PKS Heran Bahaya PKI Disebut 'Hantu'
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengaku heran jika ada pihak yang mengatakan keberadaan serta bahaya penyebaran ideologi Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan 'hantu' alias ilusi semata.

"Agak aneh kalau masih ada yang mengatakan PKI 'hantu' atau bukan karena faktanya tahun 1965 mereka berontak dengan Indonesia. Masa dikatakan 'hantu'? Korban-korbannya juga jelas, para jenderal dan masyarakat ada berapa itu yang menjadi korban," ujar Hidayat kepada INILAHCOM, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Ia pun mengatakan pesantren-pesantren di Indonesia juga pernah menjadi saksi kekejaman pemberontakan PKI di tanah air. Dengan demikian, menurutnya sesuatu yang aneh jika ada pihak yang meragukan bahaya PKI menyusup di tengah masyarakat saat ini.

"Beberapa pesantren juga seperti di Gontor pernah menjadi saksi langsung kekejaman dan kejahatan pembrontakan PKI. Kalau masih ada yang mengatakan hantu, berarti dia membohongi sejarah. Ada fakta pemberontakannya," ujarnya.

Lebih jauh, Hidayat menilai pernyataan yang pernah dilontarkan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang mengatakan jika ada yang mempermasalahkan bahaya dan menepis kemungkinan lahirnya kembali PKI di Indonesia bisa jadi adalah simpatisannya, merupakan hal yang perlu diperhatikan.

Menurutnya, pernyataan Menhan bisa saja sinyal dari pemerintah bahwa masyarakat harus tetap waspada masih adanya benih-benih ideologi PKI yang bisa saja bangkit kapan saja.

"Beliau (Menhan) juga mempermasalahkan ketika ada wacana dari orang-orang agar negara meminta maaf kepada PKI, Pak Ryamizard menyampaikan bahwa negara yang diberontak dan menjadi korban kok, malah yang meminta maaf. Siapa yang salah dan benar?," tandasnya. [rym]

Tags

Komentar

 
x