Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 02:08 WIB

Fahri Minta Jangan Asal Tuding Purnawirawan TNI

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 19 September 2017 | 02:20 WIB
Fahri Minta Jangan Asal Tuding Purnawirawan TNI
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengaku heran dengan tudingan keterlibatan jenderal-jenderal dalam sejumlah
kerusuhan yang terjadi di negara belakangan ini.

Kasus yang terbaru soal tudingan dari Ketua Bidang Advokasi LBH Jakarta M Isnur mengatakan kalau aksi di kantor LBH Jakarta kawasan Jakarta Pusat diduga ditunggangi oleh mantan jenderal.

"Saracen kan sudah kena tangkap, jadi siapa lagi? Saracen kan katanya TNI juga," kata Fahri di Gedung DPR, Senin (18/9/2017).

Dia meminta kepada semua pihak untuk tidak mudah menuding pihak lain tanpa adanya alat bukti.

Sebab, pihak yang menuding tersebut harus melakukan investigasi dahulu dengan fakta-fakta yang ada. Sebagai pimpinan lembaga, Fahri menyarankan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera menyelesaikan masalah yang ada di bawah.

"Ngeliat ketegangan dibawah itu bisa diselesaikan apabila presiden mengambil inisiatif yang baik untuk membangun narasi positif tentang masa lalu kita agar tidak terus terus-menerus terbebani dengan masa lalu, itu yang saya inginkan," ujarnya.

Untuk diketahui, dua nama yang diduga oleh LBH Jakarta sebagai dalang dibalik penyerangan kantor LBH Jakarta. Dia adalah Rahmat Himran dan Kivlan Zen yang merupakan anggota Presidium 313. Pasalnya, dugaan kedua nama itu paling sering menyebarkan informasi hoax dan fitnah terkait acara yang digelar di LBH Jakarta.

Namun, Isnur mengatakan untuk membuktikan dugaan itu aparat penegak hukum bisa memeriksa history dalam smartphone atau media sosial mereka berdua.. Karena, mereka sangat rajin mengunggah informasi dan propaganda yang tak berdasar itu.

"Silakan dicek handphone atau media sosial mereka, pasti masih ada itu saya yakin benar masih ada," kata Isnur.

Sementara, Kivlan Zen membantah tudingan menjadi dalang pengerahan massa di LBH Jakarta pada Senin (18/9) dini hari tadi. Namun, Kivlan menduga massa terinspirasi oleh gerakan antikomunis dan anti-PKI yang selama ini dikampanyekannya.

"Bukan saya yang mengerahkan, tapi kalau (massa) terinspirasi oleh pemikiran saya tidak ada salahnya," kata Kivlan mantan Purnawirawan TNI berpangkat mayor jenderal ini.

Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ini mengatakan kegiatan yang mendukung komunisme adalah pelanggaran hukum karena tidak sesuai dengan Ketetapan MPR Nomor 25.

Kivlan Zen sempat terlibat dalam rangkaian aksi yang menuntut mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dipenjara atas kasus penistaan agama. Pada bulan Desember 2016, Kivlan ditangkap polisi atas dugaan perbuatan makar.

Selain itu, Kivlan juga dikenal lantang menolak setiap kegiatan berbau komunisme atau pengungkapan sejarah peristiwa 1965. Sebab pada Mei 2016, Kivlan mengaku siap perang melawan apa yang dia sebut sebagai PKI gaya baru.[jat]

Komentar

 
x