Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 15 Desember 2017 | 07:49 WIB

Menurut Ahli dalam Pemeriksaan Miryam tak Ditekan

Oleh : Ivan Setyadi | Senin, 18 September 2017 | 15:28 WIB
Menurut Ahli dalam Pemeriksaan Miryam tak Ditekan
Terdakwa, Miryam S Haryani - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan ahli psikologi forensik Reni Kusumowardhani dalam persidangan dengan terdakwa, Miryam S Haryani, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017).

Dalam pendapatnya, Reni mengatakan, tidak ada tekanan yang dilakukan Penyidik KPK terhadap Miryam saat penyidikan di KPK.

"Hasilnya tidak dijumpai adanya tekanan yang signifikan dari penyidik selama proses pemeriksaan," ujar Reni dalam persidangan.

Ketua Umum Asosiasi Psikologi Forensik tersebut melakukan observasi terhadap empat video pemeriksaan Miryam di Gedung KPK. Saat itu, Miryam empat kali diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP.

Dalam observasi video, Reni mengamati interaksi Miryam selaku terperiksa, tiga orang penyidik, serta suasana dan kondisi ruangan pemeriksaan di Gedung KPK.

Dari hasil pengamatan, menurut Reni, penyidik KPK memberikan atensi penuh kepada terdakwa pemberi keterangan palsu ini. Penyidik mendengar dan menyimak setiap kata-kata yang disampaikan Miryam.

Penyidik tidak pernah memotong jawaban Miryam. Selain itu, posisi duduk selama pemeriksaan juga dalam kondisi yang akrab."Pemeriksaan tidak seperti sedang melakukan interogasi," ungkapnya.

Kemudian, menurut Reni, penyidik melontarkan pertanyaan dengan suara yang rendah dan datar, sehingga membuat frekuensi otak terperiksa menjadi rileks.

Bahkan, menurut Reni, penyidik tidak mengubah intonasi suara saat Miryam ragu dan khawatir jika menyampaikan keterangan yang ingin ia utarakan kepada penyidik. [ind]

Komentar

 
x