Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 02:07 WIB

Sembilan Megatrend Politik Lima Pemilu ala Romi

Oleh : - | Sabtu, 16 September 2017 | 22:00 WIB
Sembilan Megatrend Politik Lima Pemilu ala Romi
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alias Romi menjelaskan sembilan megatrend atau proyeksi sembilan kecenderungan politik nasional sepanjang lima pemilu kedepan.

Antara lain menguatnya konservatisme yang ditandai dengan terpilihnya Donald Trump, keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dan aksi demo 212 yang berlanjut pada penghadapan pemerintah terhadap kepentingan umat Islam.

"Kedua partisipasi politik semakin turun yang ditandai terus menurunnya partisipasi pemilih dalam pemilu dari 92,7 persen (1999) menjadi 75,11 persen (2014)," kata Romi melalui rilisnya, Sabtu (16/9/2017).

Anggota Komisi XI DPR ini menambahkan demokrasi prosedural yang semakin terkonsolidasi, ditandai makin berkurangnya jumlah partai politik penghuni parlemen hasil pemilu dari 20 partai (1999) menjadi 10 partai (2014). Diferensiasi dan konsolidasi politik bisa terjadi masa mendatang.

"Bisa saja pengelompokannya semakin sosiologis, saya singkat 4M yakni Muslim yang terdiri atas PPP, PKB, PAN, PKS, PBB. Kemudian Marhaen adalah PDIP, lalu Modal yaitu Partai Golkar, Nasdem dan Hanura. Serta Militer yang hari ini adalah Partai Demokrat, Gerindra dan PKPI," ujarnya.

Namun, kata dia, bisa juga pengelompokannya semakin ideologis. Misalnya menjadi Muslim Tradisionalis yaitu PPP dan PKB. Muslim Modernis adalah PAN, PKS, dan PBB. Kemudian Nasionalis kanan terdiri atas Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Demokrat, PKPI.

"Serta Nasionalis kiri yang berisi PDIP," jelasnya.

Selain itu, lanjut Romi, megatrend kelima adalah kecenderungan pertarungan politik yang semakin pragmatis alih-alih ideologis. Money politics semakin menentukan kemenangan pertarungan politik. Akibatnya, megatrend keenam adalah terjadinya korupsi politik yang semakin massif.

"Megatrend ketujuh adalah politik yang semakin berbasis citra diri dan propaganda, bukan gagasan atau kerja nyata," katanya.

Kemudian, Romi menambahkan megatrend kedelapan yaitu dengan semakin politik berbasis citra dan berbiaya tinggi sesuai tingkatannya. Maka semakin banyak lahir pemimpin dadakan yang tidak meniti karir politik dari bawah, atau pemimpin yang meniti karir secara non partisan.

"Akibat semuanya, itu maka megatrend kesembilan adalah loyalitas politik semakin dominan kepada pribadi pemimpin, bukan kepada institusi partai. Yang terjadi adalah personalisasi dan sekaligus deinstitusionalisasi kepemimpinan. Lihat saja hasil exit poll Pemilu 2014, contrengan kepada caleg lebih tinggi dibanding contrengan partai," tandasnya.

Tags

Komentar

 
x