Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 13:26 WIB

Oknum Kades di Mojokerto Tipu Warga Rp 132 Juta

Jumat, 15 September 2017 | 09:11 WIB

Berita Terkait

Oknum Kades di Mojokerto Tipu Warga Rp 132 Juta
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Mojokerto - Seorang kepala desa (Kades) di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto ditangkap anggota Satreskrim Polres Mojokerto. Kades Ngrame, Abdul Mukti Bin Hamim (68) menjanjikan tiga warga bisa masuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemkab Mojokerto dan membayar uang sebesar Rp132 juta.

Penangkapan tersebut dilakukan pada Rabu (13/9/2017) sekira pukul 10.00 WIB. Hal itu berdasarkan laporan korban Putu Paeta Wijaya warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto pada 8 April 2017. Dalam laporan itu disebutkan jika Kades Ngrame telah melakukan penipuan dengan modus bisa memasukkan sebagai CPNS.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto, AKP Sutarto mengatakan, penipuan tersebur terjadi pada Januari 2017 sekira pukul 08.30 WIB di Balai Desa Ngrame. "Korban mendatangi pelaku dengan tujuan untuk minta tolong dimasukkan menjadi CPNS di Pemkab Mojokerto," ungkapnya, Jumat (15/9/2017).

Pelaku menjanjikan kepada korban untuk masuk atau bekerja sebagai CPNS di Pemkab Mojokerto tanpa melalui tes. Namun, lanjut Kasubbag Humas, ada syarat yakni korban harus membayar uang sebesar Rp150 juta per orang. Uang tersebut bisa dilunasi pada saat korban sudah mengantongi Surat Keputusan (SK) CPNS Pemkab Mojokerto.

"Korban pun tergiur dan menitipkan dirinya kepada pelaku untuk masuk menjadi CPNS bersama dua sepupunya, Sandi dan Angga yang juga warga Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Pelaku kemudian meminta uang kepada korban sebesar Rp167 juta dengan janji jika awal Maret 2017, korban dan kedua sepupunya dipanggil menjadi CPNS di Pemkab Mojokerto," ujarnya.

Namun hingga saat ini, janji tersebut tidak pernah terbukti. Pasalnya tiga korban belum juga dipanggil menjadi CPNS di Pemkab Mojokerto. Karena tidak ada kejelasan akhirnya Putu meminta uang miliknya tersebut kembali, tetapi pelaku hanya mengembalikan uang sebesar Rp35 juta.

"Uang yang diserahkan korban dan dua sepupunya sebesar Rp176 juta, karena tidak juga dipanggil menjadi CPNS, korban meminta uangnya kembali tapi hanya diberikan Rp35 juta. Sementara sisanya sebesar Rp132 juta hanya janji-janji. Korban akhirnya melaporkan. Pelaku berhasil ditangkap dengan barang bukti berupa dua lembar kwitansi," tegasnya. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x