Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 03:42 WIB

Seru, Cerita Siswa SD Disekap Dan Hendak Diculik

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 15 September 2017 | 09:03 WIB
Seru, Cerita Siswa SD Disekap Dan Hendak Diculik
(Foto: youtube)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Seorang anak SD berinisial PI (9) menceritakan bagaimana pengalamannya menjadi korban percobaan penculikan didepan sekolahnya, SDN Tanjung Duren Selatan 01 Pagi, Jakarta Barat.

Didepan teman-temannya, PI menceritakan dirinya sempat disekap penculik dan hendak dimasukkan ke dalam mobil. Namun, dengan berani PI menggigit tangan pelaku untuk melepaskan diri dari sekapan penculik.

Kejadian itu PI ceritakan sambil sesekali tersenyum bersama dua temannya yang berada dilokasi saat kejadian terjadi.

Namun belakangan, setelah diusut oleh pihak sekolah dan juga kepolisian, cerita kesaksian PI dan temannya tidaklah benar. Belum diketahui alasan PI sampai bercerita tidak benar tersebut.

KPAI Berikan Perlindungan PI dari Potensi Bully

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan memantau perkembangan anak yang diduga melakukan kesaksian hoax dalam video tersebut. KPAI juga akan membantu memastikan bantuan psikologis kepada ketiga anak dalam video tersebut jika dibutuhkan.

KPAI melihat ada potensi bully terhadap ketiganya pasca diketahui ceritanya tidaklah benar soal dugaan penculikan. KPAI akan bertemu dengan Kepala Sekolah, wali kelas dan komite sekolah. Bahkan KPAI juga akan menemui keluarga ketiga anak tersebut demi membicarakan pencegahan pembullyan dari lingkungan sekitar, peran keluarga sangat penting.

"KPAI meminta kasus ini menjadi pembelajaran bersama, agar orang dewasa di sekitar anak mendalami dahulu suatu informasi yang dilontarkan seorang anak. Gunakan pendekatan yang baik agar kita dapat mengetahui apakah informasi tersebut benar atau tidak,"ujar Retno Listyarti, Komisioner Bidang Pendidikan.

Retno melanjutkan "Sebaiknya kita tidak menyebarkan sebuah rekaman pembicaraan yang belum diketahui kebenarannya sebelum mengkonfirmasi dengan pihak-pihak berwenang. Apalagi di era digital seperti sekarang, dimana suatu video bisa dengan mudah menyebar dari handphone ke handphone," bebernya.

Komentar

 
Embed Widget

x