Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 23:34 WIB

Kasus Kejahatan Manusia

Polisi ASEAN Puji Polri

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 14 September 2017 | 15:26 WIB
Polisi ASEAN Puji Polri
Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan keberhasilan Indonesia mengungkap kasus kejahatan manusia belakangan ini diapresiasi dalam Konferensi ASEANAPOL ke-37 di Singapura.

"Keberhasilan Polri mendapat apresiasi dari seluruh delegasi dalam ASEANAPOL sekaligus sama-sama belajar agar secara bersama berhasil mengungkap salah satu jenis kejahatan transnasional ini," kata Ari Dono melalui keterangan rilisnya, Kamis (14/9/2017).

Ia mencontohkan salah satu keberhasilan pengungkapan kasus kejahatan manusia di Pulau Lanu, Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (31/5/2017). Menurut dia, kasus bermula saat dua kapal bermotor pengangkut imigran di Pulau Lanu terdampar.

"Kedua kapal itu ternyata mengangkut imigran sebanyak 65 orang yang terdiri dari 10 orang warga negara Bangladesh, 1 orang warga negara Myanmar dan 54 warga negara Srilangka," ujarnya.

Kemudian, para korban itu berangkat dari Tegal, Jawa Tengah dengan tujuan ke Selandia Baru. Saat memasuki perairan Australia, dicegat oleh petugas perbatasan dan didorong sampai ke perbatasan Indonesia lalu terdampar di Pulau Rote, NTT..

"Pengakuan para korban, mereka diselundupkan untuk mencari kehidupan yang lebih baik di negara baru karena di negara asalnya, mereka merasa terancam kehidupannya," jelas dia.

Akhirnya, kata Ari Dono, Polri berhasil mengungkap sekaligus menangkap sindikat yang mengorganisir penyelundupan manusia yang dikendalikan oleh Thines Khumar dan Abrham Louhenapessy alias Kapten Bram.

Kemudian, Pengadilan akhirnya memvonis mereka karena telah melanggar Undang-undang Keimigrasian dengan kurungan masing-masing lima tahunan.

"Para korban membayar sindikat sebesar US$4000 sampai dengan US$8000. Para pelaku, mendapat keuntungan haram mereka sekira US$325.000 atau setara Rp4 miliar," katanya.

Namun demikian, Ari Dono mengatakan proses penyidikan dan penyelidikan Polri menemukan fakta lain yang berangkat dari penelusuran rekening dari koordinator sindikat yaitu Thines Kumar yang dikenakan juga pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) itu.

"Saat ini sudah ada kejelasan dan penyidik kembali menelusuri subyek rekening yang terafiliasi dengan sindikat Thines Kumar itu, mengerucut pada seorang warga negara Srilangka," katanya.

Sementara, lanjut dia, Polri telah bekerjasama dengan berbagai pihak baik di dalam negeri dan luar negeri. Salah satunya dengan Interpol agar menerbitkan red notice dan dengan Australian Federal Police (AFP) agar menerbitkan blue notice terhadap terduga asal Srilangka itu.

"Meski mendapat apresiasi yang besar, tapi ini merupakan kerja tim, kerjasama lintas instansi bahkan negara. Polri meyakini satu demi satu, para pelaku perdagangan manusia itu pasti bakal tertangkap. Dunia khususnya ASEAN, tak memberi ruang bagi kejahatan HAM berat ini," tandasnya. [rok]

Tags

 
x