Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 23:35 WIB

Jokowi Ingin Jurnal Internasional di Perpusnas

Oleh : Ray Muhammad | Kamis, 14 September 2017 | 12:43 WIB
Jokowi Ingin Jurnal Internasional di Perpusnas
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kebanggaannya terhadap pengembangan bangunan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat.

Demikian disampaikan Jokowi saat peresmian gedung Perpusnas tersebut di Halaman Gedung Perpusnas RI, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017) pagi

"Saya ingin menginformasikan sekali lagi mengenai Perpustakaan Nasional ini. Dulunya hanya tiga lantai, enggak ada yang mau datang ke sini. Sekarang 27 lantai plus basement. Jadi enggak kaget kalau gedung Perpustakaan Nasional ini tertinggi di dunia, untuk gedung perpustakaannya," kata Jokowi.

Adapun rancangan yang diterapkan dalam pengembangan bangunan Perpusnas ini diperoleh dari lomba desain yang diadakan pihak perpustakaan.

"Saya tanya tadi ke Pak Kepala Perpustakaan, ini hasil dari lomba yang diadakan sehingga mendapatkan sebuah desain dan hasil menurut saya sangat baik," ucapnya.

Kepala Negara pun mengungkapkan, saat dirinya mendapatkan laporan bahwa akan ada acara peresmian Gedung Perpusnas RI, ia langsung antusias untuk hadir.

"Karena saya ingin melihat langsung bagaimana Perpusnas Republik Indonesia ini mempersiapkan diri untuk masa depan. Ini persiapan diri untuk masa depan karena sudah digagas Presiden Soekarno 65 tahun yang lalu. Baru kita kerjakan pada saat ini. Ini dikerjakan dua tahun enam bulan dan selesai dengan kondisi yang sangat baik. Alhamdulillah, meskipun saya belum masuk tapi saya lihat luarnya saja, saya berani komentar sangat baik," tuturnya.

Melalui kesempatan ini, Jokowi meminta setiap jurnal ilimiah internasional dapat didaftarkan ke Puspusnas. Menurutnya, pengintegrasian buku maupun dokumen ilimiah akan memudahkan masyarakat untuk membaca dan lebih murah dalam penggunaan anggarannya.

"Saya minta kepada Menristekdikti, jadi nantinya untuk jurnal internasional seluruh perguruan tinggi ini dipusatkan, dilewatkan di Perpustakaan Nasional ini. Kita hitung itu lebih efisien, murah kalau disatukan. Jangan sendiri-sendiri. Sekarang semuanya kalau terintegrasi seperti itu jadi mudah," ujarnya. [rok]

Tags

 
x