Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 05:14 WIB

Obi Meregang Nyawa Gara-gara Vape Rp1,6 Juta

Oleh : Ivan Setyadi | Kamis, 14 September 2017 | 06:00 WIB
Obi Meregang Nyawa Gara-gara Vape Rp1,6 Juta
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Aksi main hakim sendiri kembali terjadi. Abi Qowi Suprapto, Pemuda 20 tahun harus meregang nyawa setelah menjadi korban persekusi hanya karena dituduh mencuri vape (rokok elektrik) seharga Rp1,6 juta.

Abi tak berdaya setelah dikeroyok tujuh orang dalam suatau ruangan. Ada batang besi yang dipegang salah seorang pria yang menganiaya Abi di video yang beredar di jagat maya. Abi tampak meminta ampun, namun tak ada tanda-tanda Abi diampuni. Dalam video berdurasi 1.45 menit itu, Abi terus memohon untuk diampuni, namun penganiayaan terhadapnya terus terjadi. Abis digilir tujuh pelaku yang kini sudah berstatus tersangka, sampai Abi tak sadarkan diri.

Sempat dibawa kerumah sakit untuk mendapat perawatan, nahas, nyawa Abi tak tertolong. Atas aksi kekerasan dan main hakim sendiri itu, tujuh orang resmi dijadikan tersangka penganiayaan terhadap Abi

Abi Sempat Diburu Dengan Sayembara

Sebelum aksi persekusi terjadi, sosok Abi sempar ngehits di Instagram setelah fotonya diunggah di akun @Rumah Tua Vape. Dalam sayembara itu, informasi mengenai Abi bakal diganjar hadiah Rp5 juta oleh pemilik akun.

RTV MAN HUNT!!! Maling di rumah tua vape. Modus belanja terus dipake & pura-pura cari makan, temen tinggal di toko, terus cabut waktu toko rame. Kalo kenal atau ada info tolong hubungi tim @rumahtuavape (ga usah polisi) mau kita proses internal aja baik2. Hadiah: 5jt utk info yg valid dan menghasilkan, bisa pegang orgnya. tolong bantu repost. Dunia Vape itu kecil dan kami membutuhkan bantuan Anda

Terima kasih...

Namun, saat ini, akun @rumahtuavape telah menghapus semua unggahan tentang Abi. Kendati demikian, hingga Jumat (8/9/2017), unggahan serupa dapat ditemukan di puluhan akun penjual vape lain. Hal ini karena unggahan tersebut dibagikan dengan tagar #solidaritastokovape.

Polisi Tak Pernah Menerima Laporan Pencurian Vape

Pasca penetapan pelaku penganiayaan berujung kematian, kepolisian memastikan tak ada laporan pencurian yang dilakukan oleh Abi. Sehingga kepolisian pun tidak mengusut kasus pencurian tersebut. Namun, karena Abi meninggal akibat main hakim sendiri oleh pihak pemilik toko, kasus ini pun diusut kepolisian.

"Kita tidak penyidikan, tidak pada pencurian tapi kita fokus kepada proses dugaan 170 (penganiayaan)," Kasubdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy Febrianto Kurniawan, beberapa hari lalu.

Hendy pun menyayangkan aksi perburuan pelaku tanpa melibatkan pihak kepolisian ini. Seharusnya, menurut dia, ketika terjadi tindak kriminal, masyarakat segara melaporkan pada kepolisian.

"Bukan mem-posting foto pelaku dan mencari sendiri dan menangkap dan melakukan mengeroyok beramai-ramai," kata dia.

Adapun jumlah pelaku pengeroyokan sejauh ini berjumlah tujuh orang, empat di antaranya telah ditangkap. Pelaku yang telah ditangkap adalah Rajasa Sri Herlambang (34 tahun), Fachmi Kurnia Firmansyah (39 tahun), Armyando Azmir (50 tahun), dan Aditya Putra Wiyanto (20 tahun). Sedangkan yang belum tertangkap yakni Izudin, Pamungkas, dan seorang lain yang bekerja di sebuah barber shop.


Komentar

 
x