Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 12:27 WIB

Polisi Diminta Terbuka Usut Pembunuhan Pegawai BNN

Oleh : - | Rabu, 13 September 2017 | 21:32 WIB
Polisi Diminta Terbuka Usut Pembunuhan Pegawai BNN
Pengacara AM pelaku pembunuhan anggota BNN Indria Kameswari, Krisna Murti - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pengacara AM pelaku pembunuhan pegawai BNN Indria Kameswari, Krisna Murti mengatakan kliennya sering diancam oleh korban. Bahkan, korban memiliki senjata api sekira enam bulan yang diketahui suaminya itu.

"Ya seperti yang diberitakan, korban memang istilahnya temperamen lah. Dia tidak menerima keadaan ketika tersangka lagi dalam terpuruk, jadi sering ngancem, ngomong kasar terhadap tersangka. Jadi kalau keributan antara korban dengan tersangka itu sering banget," kata Krisna di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Menurut dia, pasangan suami istri itu sering berantem karena masalah ekonomi. Sebab, pekerjaan tersangka AM memang lagi kurang bagus dan hal wajar pasang surut dalam kehidupan ini. Biasanya, apa yang diberikan tersangka mungkin tidak bisa diterima oleh korban.

"Sehingga korban merasa itu tidak cukup maka marah-marah. Mereka hubungan keluarga kurang lebih 5 tahun berjalan, dikaruniai putra satu orang umurnya sekitar 4 tahun kalau tidak salah," ujarnya.

Ia meminta kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dengan terbuka dan transparan, karena siapa yang memberikan senjata api ini kepada korban. Padahal, korban bukan anggota Polri/TNI tapi hanya sipil biasa.

"Korban hanya sipil biasa yang bertugas di Diklat Lido BNN dan dikategorikan sebagai sipil, tapi kenapa dia sudah pegang senjata. Kan gawat, siapa sih yang berikan senjata ini?," jelas dia.

Maka dari itu, Krisna mengatakan penyidik kalau bisa menindaklanjuti hal tersebut tentu bisa ketahuan dari mana asal senjata api yang dimiliki korban.. "Kan bisa dilihat dari proyektil," katanya.

Ia berharap jika memang menurut polisi sudah menyatakan lengkap semua keterangan saksinya, maka alangkah baiknya dengan segera dilimpahkan kepada kejaksaan supaya bisa disidangkan sehingga bisa terbuka apa yang terjadi sebenarnya.

"Kami harap segera aja disidangkan biar terbuka nanti di fakta persidangan. Perang sesungguhnya itu kan bukan di kepolisian, tapi perang sesungguhnya di pengadilan. Kita akan buka apa sih yang terjadi sebenarnya. Kita ikuti prosesnya," kata dia.

Untuk diketahui, BNN memastikan pegawai bagian Balai Diklat, Lido, Bogor itu dibunuh suaminya berinisial AM (39).

"Tersangka adalah suami almarhumah yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Indria Kameswari," kata Kepala Bagian Humas BNN, Kombes Pol Sulistiandriatmoko.

Menurut dia, pelaku telah ditangkap di Batam oleh tim gabungan Polres Kabupaten Bogor, Direktorat Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN, dan Polda Kepri.[ris]

Komentar

 
x