Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 23:20 WIB

Bantu Rohingya, Jokowi Ingin Sejalan dengan Ulama

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 13 September 2017 | 19:15 WIB
Bantu Rohingya, Jokowi Ingin Sejalan dengan Ulama
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan laporannya soal langkah konkret Pemerintah Indonesia terhadap tragedi kemanusiaan etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar kepada jajaran ulama Jawa Tengah.

Laporan ini disampaikan Jokowi di tengah pertemuannya bersama para ulama Jawa Tengah di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017) sore.

"Berkaitan dengan Rohingya State, ini juga perlu kami sampaikan bahwa pemerintah sebetulnya sudah sejak awal-awal meminta penejelasan yang konkret dari pemerintah Myanmar," kata Jokowi.

Kepala Negara menuturkan pada bulan Januari hingga Februari lalu, Indonesia sudah mengirimkan bantuan kontainer yang berisi bantuan untuk para pengungsi.

"Tidak hanya 1 sampai 2 kontainer. Kalau tidak salah ingat, kurang lebih sekitar 10 kontainer yang kita kirimkan, baik berupa obat-obaran hingga makanan," ujarnya.

Ia menambahkan langkah nyata pemerintah juga dilakukan dengan mengutus Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi untuk mendesak sikap pemerintah Myanmar terhadap hal ini.

"Karena ini memang berkaitan dengan sejarah politik yang ada di sana, dengan urusan ekonomi yang ada di sana. Sebetulnya masalah yang sangat kompleks. Alhamdulilah pemerintah Indonesia diberikan ruang oleh pemerintah Myanmar, pemerintah Bangladesh untuk masuk ke lokasi yang ada," jelas dia.

Tak hanya itu, Presiden RI mengatakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pengungsi Rohingya, Pemerintah Indonesia sudah membuat sekolah di Rakhine State.

"Kita Insya Allah akan mendirikan Rumah sakit di Rakhine State. Rumah sakit terbesar di sana karena itu sebetulnya yang dibutuhkan, bukan kecaman-kecaman atau pernyataan-pernyataan yang keras tidak menyelesaikan masalah. Alhamdulillah hanya Pemerintah Indonesia yang diberikan ruang untuk bisa masuk ke lokasi kejadian di Myanmar itu," katanya.

Jokowi pun memastikan pengiriman bantuan akan terus berlanjut setelah keberangkatan tim kemanusiaan kloter pertama pada pagi ini melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.

"Saya kira kita masih ingin mengirimkan bantuan lagi ke sana. Tadi pagi sudah kita kirimkan lagi karena sudah sangat mendesak kebutuhannya. Kita kirimkan pakai empat pesawat Hercules. Januari hingga Februari kita kirimkan pakai kontainer, pakai laut karena lama. Pada minggu ini, tadi pagi kita sudah kita antarkan langsung ke lokasi pengungsi. Meskipun, dari airport di sana ke lokasi pengungsi membutuhkan waktu darat 6 hingga 7 jam lagi," jelasnya.

Ia mengakui mengirimkan bantuan untuk para pengungsi Rohingya yang ada di perbatasan Myanmar-Bangladesh sangatlah berat jika menggunakan kontainer.

"Memang perbatasan Myanmar dan Bangladesh sangat berat, kalau pakai kontainer kemarin bisa sampai 2 hingga 3 minggu baru barang-barang sampai. Insya Allah minggu depan kita kirimkan lagi, minggu depannya kita kirimkan lagi karena kita mendengar keadaan di lapangan sangat membutuhkan terutama makanan, obat-obatan, makanan siap saji dan tenda-tenda yang sangat kurang di lapangan," tuturnya.

Pada kesempatan ini, Jokowi memohon masukan para kiyai serta ulama yang hadir untuk perbaikan kinerja pemerintah ke depannya.

"Agar dilihat juga oleh masyarakat antara ulama dan umaro ini bisa berjalan beriringan. Saya kira ini sangat baik, apabila masukan-masukan ini bisa kita pakai dalam membuat kebijakan," ucapnya.[ris]

 
x