Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 18:44 WIB

DKN Garda Bangsa Ajak Publik Peduli Rohingya

Oleh : - | Selasa, 12 September 2017 | 21:31 WIB
DKN Garda Bangsa Ajak Publik Peduli Rohingya
Ketua Umum DKN Garda Bangsa, Cucun Syamsurijal - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa mengadakan acara peduli pengungsi korban kekerasan Rohingya bersama sejumlah artis ibukota di Kantor DKN Garda Bangsa, Selasa (12/9/2017).

Ketua Umum DKN Garda Bangsa, Cucun Syamsurijal mengatakan DKN bekerja sama dengan Sandya Institute telah menginisiaasi program Sunrise Refugee Learning Center (SRLC) yang fokus pada pemberdayaan pencari suaka dan pengungsi di Indonesia melaui pendidikan.

"Ini merupakan program nyata yang dilakukan oleh DKN Garda Bangsa bersama organisasi sosial lain seperti Roshan Learning Center, SUAKA, UNHCR dan Komunitas Pencari Suaka dan Pengungsi," ujar Sekretaris Fraksi PKB di DPR.

Ia menjelaskan kegiatan utama yang dilakukan di SRLC adalah pembekalan keterampilan khusus untuk pencari suaka dan pengungsi meliputi keterampilan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Komputer, Pengetahuan Hukum dan keterampilan khusus lainnya.

"Saat ini terdapat sekitar 100 Pengungsi yang terdaftar ikut program SRLC dan masih terdapat puluhan waiting list, karena keterbatasan sumber daya belum bisa mengikuti program SRLC," jelasnya.

Berdasarkan data dari UNHCR, diperkirakan terdapat lebih dari 14.000 pencari suaka dan pengungsi di Indonesia. Mereka menunggu bertahun-tahun untuk ditempatkan ke negara yang akan menerima mereka, karena Indonesia belum bisa menampung mereka secara permanen.

Dari belasan ribu jumlah pengungsi yang ada di Indonesia, hanya ratusan saja yang berhasil ditempatkan ke negara lain yang menerima mereka.

Sedangkan, belasan ribu lain tinggal di Indonesia dengan keadaan yang sangat memprihatinkan dalam keterbatasan akses kesehatan, pendidikan, ekonomi, makanan dan tempat tinggal yang layak.

Pencari suaka dan pengungsi di Indonesia berasal dari banyak negara, mayoritas mereka berasal dari Komunitas Afghanistan, Iran, Somalia, Ethiopia, Syria dan Rohingya.

Maka dari itu, Cucun mengatakan pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat, Lembaga Swadaya Masyarakat dan seluruh Rakyat Indonesia diharapkan dapat lebih aktif lagi membantu mereka atas nama kemanusiaan..

"Sebagaimana yang dikatakan oleh Presiden Republik Indonesia yang ke -4 , KH. Abdurrahman Wahid, Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan," tandasnya. [ton]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x