Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 September 2017 | 23:37 WIB

KPK Beri Sinyal Lanjutkan Kasus Sumber Waras

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 12 September 2017 | 18:06 WIB
KPK Beri Sinyal Lanjutkan Kasus Sumber Waras
Ketua KPK Agus Rahadjo (tengah) bersama Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan (kedua kanan) dan Alexander Marwata (kanan) dan Saut Situmorang (kiri) dan La Ode Muhammad Syarif (kedua kiri) saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR - (Foto: inilahcom/Didik Setiawan)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sinyal akan melanjutkan kembali laporan perkara dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

"Kalau nanti ada bukti tambahan yang mendukung untuk bisa dinaikkan tingkat penyidikan, pasti dilanjutkan," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif saat rapat dengan Komisi III di Gedung DPR, Selasa (12/9/2017).

Ia menjelaskan, posisi kasus dugaan korupsi RS Sumber Waras memang sudah ada sejak pimpinan KPK sebelumnya, dan sudah meminta tentang perhitungan kerugian negara audit investigasi.

Selain itu, kasus ini memang dilaporkan oleh BPK DKI Jakarta kepada pimpinan komesioner KPK sebelumnya karena adanya dugaan kerugian negara dalam pembelian RS Sumber Waras tersebut. Namun audit BPK DKI itu belum bisa dijadikan sebagai bukti utama karena masih bersifat indikasi.

"Saya mulai dari awal ini supaya bapak-bapak tergantung menilainya bagaimana," ujarnya.

Laode menjelaskan, KPK menggunakan hasil audit itu untuk melakukan penyelidikan dan jika memang sudah ada perkembangan kasus itu akan bisa naik ke penyidikan.

Dia juga menegaskan pihaknya sangat serius dalam mengusut kasus RS Sumber Waras dengan meminta kepada BPK DKI untuk menghitung kerugian tersebut.

"Kami serius waktu itu banyak tokoh masyarakat FPI disodorkan ada jelas kerugian negara karena teman-teman di penyelidik penuntut gelar bukan satu kali, tapi dua kali yang saya ingat," jelas dia.

Laode mengatakan dalam proses penyelidikannya, penyidik dan penuntut masih belum bisa menemukan alat pendukung lainnya seperti perbuatan melawan hukumnya belum terlalu terlihat sehingga tim penuntut memutuskan untuk mengesampingkan dahulu, namun penyelidikan kasusnya masih tetap berjalan.

"Setelah kita lihat belum meyakinkan penyidik dan penuntut umum, maka kasus itu masih seperti sekarang. Kalau nanti ada bukti tambahan yang mendukung untuk bisa dinaikkan tingkat penyidikan, pasti dilanjutkan," katanya.

Di samping itu, Laode mengaku sudah menyampaikan hal ini kepada pimpinan BPK untuk memanggil asosiasi kalangan profesional untuk melakukan kroscek penilaian dari Sumber Waras. Menurutnya, keraguan KPK terhadap audit BPK.

"Bukan kami tidak percaya, tapi kroscek nilai ini. Ini profesional juga pak, menurut penilaian itu harga pembanding agak beda. Pertama soal alamat, yang satu Kiyai Tapa dan satu lagi Tomang. Kiyai Tapa harus ikut NJOP Kiyai Tapa, dengan itu saja NJOP beda. Soal penafsiran harga dipakai tahun itu atau tahun sebelumnya, ternyata memakai harga perbedaan dicek di properti di sekitarnya," katanya.

Sementara Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) sempat mempertanyakan berapa selisih harga NJOP pembelian RS Sumber Waras.

Menanggapi hal ini, Laode menyebut berdasarkan audit BPK selesih ada sekitar ratusan miliar dari nilai keseluruhan.

"Menurut yang dikeluarkan selisih antara Rp100 juta, tidak ada signifikan kerugian negaranya," kata Laode.

Kemudian, pria yang akrab disapa Bamsoet selaku pimpinan rapat mengingatkan kepada pimpinan KPK untuk bertindak tegas atas pengaduan masyarakat terkait kasus dugaan korupsi pembelian lahan Sumber Waras ini.

"Kalau kesimpulannya tidak ada kerugian negara ya ditutup dong, buat penegasan ke publik. Kalau ada lanjutkan dong," kata Bambang.[jat]

 
x