Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 03:33 WIB

Lakukan 'Hate Speech', Pemilik Akun Ini Dilaporkan

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 12 September 2017 | 16:44 WIB
Lakukan 'Hate Speech', Pemilik Akun Ini Dilaporkan
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Advocad Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan perkara dugaan penodaan agama dan ujaran kebencian melalui akun media sosial, facebook. Laporan disampaikan pada Breskrim Mabes Polri.

Adapun pihak terlapor itu berinisial TC (Tirtahadi Chandra). Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) ACTA, Jamaal Yamanie laporan itu dilayangkan karena akun itu bukan hanya sekali memposting ujaran kebencian.

"Hari ini kami melaporkan pemilik akun facebook inisial TC yang memposting beberapa tulisan yang diduga menodai agama Islam. Tulisan tersebut antara lain berbunyi 'hayo ngaku, siapa disini yang bersyahada: Hoax adalah sebagian dari Iman' yang diposting pada tanggal 3 September 2017 dan " Masih ada yang bersyahadat: GOBLOK adalah sebagian dari Iman @Mahfuddin ismail Torin". Yang diposting padataw 10 September 2017 Pukul 11 26 PM," kata dia di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Gedung KKP, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Dia mengklaim, sebelum melaporkan postingan itu sudah melakukan telaah mengenai Syahadat. Kesimpulannya kata itu merujuk pada umat Islam.

"Perlu kami sampaikan bahwa kata Syahadat berasal dari bahasa arab, yaitu syahida yang artinya "ia telah menyaksikan. Kalimat itu dalam syariat Islam adalah pernyataan kepercayaan sekaligus pengakuan akan keesahan tuhan allah da Muhammad sebagai rasulnya," ujar dia.

Sementara itu, Wakil Ketua ACTA Hendarsam Marantoko mengatakan, laporan yang disampaikan pihaknya diterima oleh pihak Bareskrim. Adapun lapotan itu bernomor TBL/ 624/ IX/ 2017/ Bareskrim.

Menurut dia, memplesetkan Syahadat seperti dalam akun facebook itu dapat dikategorikan menodai ajaran Islam. Hal itu sudah memenuhi unsur-unsur penodaan agama sebagaimana diatur dalam Pasal 156a KUHP.

"Karena itu kami berharap agar Bareskrim Mabes Polri bisa bertindak cepat mengusut kasus ini. Jika alat bukti sudah cukup sebaiknya pelaku segera ditangkap dan diamankan agar tidak mengundang keributan sosial," kata dia.[jat]

 
x