Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 04:45 WIB

KPK Akui Dukungan Kepolisian Penting

Oleh : Ivan Setyadhi | Selasa, 12 September 2017 | 16:11 WIB
KPK Akui Dukungan Kepolisian Penting
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui masih membutuhkan tenaga penyidik Polri maupun penuntut umum Kejaksaan Agung dalam memberantas korupsi.

"Kami masih membutuhkan (penyidik) dari kepolisian dan (penuntut umum) kejaksaan saya kira," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (12/9/2017).

Menurut Febri, keberhasilan KPK menangani kasus korupsi tak bisa dilepaskan dari peran penyidik yang berasal dari sejumlah unsur, baik kepolisian, kejaksaan, pegawai negeri sipilrmasuk juga para penuntut umum dari kejaksaan.

"Kalau penuntut umum kan harus dari jaksa. Jadi dukungan dari kepolisian itu hal penting," ujarnya.

Febri mengungkapkan pada tahun ini, pihaknya telah menerima tujuh penyidik dari Mabes Polri yang bakal ditugaskan di lembaga antirasuah.

"Rekrutmen kita lakukan, kita minta ke Polri, jadi Polri mengirimkan sejumlah nama, lalu proses seleksi dilakukan," tuturnya.

Selain rekrutmen dari luar, kata Febri, pihaknya juga membuka proses rekrutmen penyidik dari dalam KPK, yang disebut dengan program alih tugas. Program tersebut dibuka selain untuk penyidik juga untuk sejumlah posisi lainnya.

Khusus penyidik, lanjut Febri, pegawai KPK yang ingin mendaftar minimal sudah bertugas selama dua tahun di posisinya yang terakhir. Waktu dua tahun ini setidaknya menjadi pengalaman dasar bagi yang bersangkutan mengikuti tes seleksi penyidik.

"Misalnya kalau ditempatkan di bagian penyelidikan, pengaduan masyarakat, gratifikasi, LHKPN atau bagian lainnya yang masih relevan, itu minimal dia sudah jalankan dua tahun," kata Febri.

Febri membeberkan ada rangkaian tes yang harus dilakukan dalam program alih daya ini, yakni di antaranya tes potensi, atau psikotes, kompetensi, bahasa Inggris, dan wawancara. Dia menambahkan, setelah proses tersebut dilalui dan dinyatakan lulus, mereka tak langsung bertugas, namun harus magang terlebih dahulu.

"Jadi penyidik di KPK memang tidak bisa menunjuk orang saja. Jadi ada proses seleksi berlapis yang dilakukan," tandasnya. [ton]

Tags

 
x