Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 02:46 WIB

Jokowi Ingin Petani Berpikir Modern

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 12 September 2017 | 15:23 WIB
Jokowi Ingin Petani Berpikir Modern
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas dengan topik mengkoorporasikan petani di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (11/9/2017).

Pada kesempatan ini, Jokowi mengundang sejumlah gubernur di Indonesia serta pemilik kopertasi Arrahmah atau PT BUMR Pangan Terhubung, Sukabumi.

Adapun pada saat kunjungan ke Sukabumi ketika Hari Raya Idul Adha kemarin, Jokowi menyempatkan untuk mengunjungi perusahaan tersebut dan mengapresiasi gagasan korporasi petani di dalamnya.

"Kalau kita lihat sekian tahun ke belakang, kita selalu berkutat pada on farm-nya, pada sektor budidayanya. Kita lupa bahwa petani akan mendapatkan keuntungan yang besar itu sebetulnya dari proses bisnisnya, dari proses agrobisnisnya," ujar Jokowi.

Ia menambahkan, nilai tukar petani merupakan hal yang paling penting dalam kesejahteraan petani. Untuk meningkatkan hal itu, menurutnya penerapan proses agrobisnis adalah hal yang tepat.

"Kita harus masuk ke sektor proses bisnisnya, sektor agrobisnisnya. Paradigma ini yang ingin kami lakukan, sehingga petani mestinya harus memikiki sendiri benih itu. Perlu juga memiliki aplikasi produksi yang modern," tuturnya.

Kemandirian petani, lanjutnya, merupakan hal yang penting. Melalui proses penggilingan modern dan industri pengolahan yang modern adalah kuncinya.

"Memiliki penggilingan modern ini tidak mahal kalau diback-up oleh perbankan. Asal hitungannya feasible, asal bank masuk ke sana dan dihitung bankable. Itu yang kami cari. Pascapanen, kalau beras misalnya ke tepung. Proses-proses bisnis, agrobisnis seperti inilah yang sebetulnya akan memberikan nilai tambah yang besar," paparnya.

Soal pengkorporasian petani, Jokowi menginginkan agar para petani membuat kelompok atau komunitas lalu bersama-sama menggagas manajemen pertanian yang modern.

"Kalau nanti saya bicara mengkorporasikan petani, keliru. Kelihatannya mau menjadikan petani di bawah konglomerat. Bukan itu, tetapi membuat kelompok besar petani. Mereka harus berpikir dengan manajemen modern, dengan cara-cara pengolahan industri yang modern dan sekaligus memasarkannya kepada industri retail, memasarkannya kepada konsumen dengan online store, toko online, memasarkannya ke retail-retail dengan sebuah manajemen yang baik. Itulah yang akan menguntungkan petani," ungkapnya. [ton]

Tags

Komentar

 
x