Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 09:14 WIB

Jokowi Bagikan 5000 Sertitikat Tanah di Cimahi

Oleh : Ray Muhammad | Senin, 11 September 2017 | 16:20 WIB
Jokowi Bagikan 5000 Sertitikat Tanah di Cimahi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Cimahi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sertifikat hak atas tanah se-Bandung Raya di Lapangan Brigif 15 Kujang, Kota Cimahi, Jawa Barat, Senin (11/9/2017) petang.

Melalui laporannya, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengungkapkan di kawasan Bandung Raya jumlah luas tanah di Jawa Barat ada 19.852.000 bidang.

"Untuk yang bersertifikat baru 6.502.000 bidang atau 32 persen. Masih panjang jalan, tapi dengan perintah Presiden, jalan kami perpendek. Tahun 2017, Provinsi Jawa Barat mendapatkan jatah 598.500 bidang," ujar Sofyan.

Ia menuturkan, jumlah penerima sertifikat yang hadir dan akan menerima hak mereka dalam kesempatan ini berjumlah 5.492 penerima sertifikat. Adapun 12 penerima akan menjadi perwakilan untuk menerima langsung sertifikat dari Jokowi.

"Di Bandung Raya, paling banyak dari Cimahi jumlahnya 2425 penerima. Semuanya ini Cimahi dari depan sampai belakang. Kabupaten Bandung 2100 penerima. Kabupaten Bandung Baat 1500 penerima. Sumedang 600 penerima dan Kota Bandung ada 500 penerima. Ini relatif sedikit, mudah-mudahan tahun ini 100 persen tanah bersertifikat," tuturnya.

Lebih lanjut, Sofyan menuturkan akses keuangan yang dialokasikanuntuk pembagian sertifikat tanah pada tahun 2016 sebesar Rp181 tiriliun.

"Nilai perorangan hak atas tanah Jabar 2016 mencapai Rp2,6 triliun," tandas Menteri ATR Sofyan Djalil.

Adapun perwakilan penerima yang diminta maju untuk menerima langsung sertifikat dari Jokowi antara lain:
1. H. Ahmad Syahid,
2. KH. Thahir,
3. Yayar Mahyar,
4. Ateng KS,
5. Aisuningsih,
6. Ade Nurhayati,
7. Hj. Marfuah.

Usai mendengar laporan dari menterinya, Jokowi pun meminta para penerima memanfaatkan sertifikat yang mereka miliki dengan sebaik-baiknya dan tak asal digunakan sebagai jaminan untuk utang.

"Gunakanlah sertifikat yang Bapak dan Ibu pegang untuk manfaat ekonomi keluarga. Disimpan di almari, di tempat yang aman," kata Kepala Negara. [ton]

Tags

Komentar

 
x