Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 03:31 WIB

Kantor UPTD Dikbud Krian Diobok-obok Pencuri

Oleh : - | Senin, 11 September 2017 | 15:43 WIB
Kantor UPTD Dikbud Krian Diobok-obok Pencuri
(Foto: Beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Sidoarjo - Kantor Unit Pengelola Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan dan Kebudayaan di Jl. Gubernur Soenandar Kec. Krian disatroni pencuri Minggu (10/9/2017) malam.

Dari rekaman CCTV di kantor sebelah utara Polsek Krian itu, pelaku berhasil masuk melalui jendela. Empat buah hardisc berisikan dokumen-dokumen penting raib komputer yang ada.

Pelaku masuk melalui jendela yang berada di ruang staf yang berada di kantor paling utara. Pelaku beraksi sekitar pukul 21.00 Wib itu mengacak-acak isi ruangan dan berhasil membawa kabur empat buah hardisc yang menempel di komputer.

Anehnya, ada uang di laci ruang staf dan beberapa laptop masih utuh. Di ruangan tersebut juga banyak jumlah komupter yang ada, namun hanya empat yang hardiscnya diambil. "da empat komputer yang hardisc nya dicopoti," kata salah satu pegawai Senin (11/9/2017).

Kejadian itu baru diketahui pegawai sekitar pukul 08.00 Wib pagi saat masuk kerja aktif. Saat ada pegawai yang mau menyalakan komputer, ternyata tidak jisa menyala. "Tadi ada pegawai yang mau nyalain komputer, tidak bisa. Setelah dilihat hardiscnya tidak ada," beber sumber itu.

Sementara itu, Kapolsek Krian Kompol Saibani mengaku ketika dilakukan penyelidikan, tidak ada satupun sidik jari sang pelaku. Karena saat melakukan aksinya, pelaku mengelap komputer tersebut sehingga tidak ditemukan tanda-tanda.

Selain itu, setelah dilihat dari hasil CCTV yang merekam aksi pencurian yang berada di ruangan tersebut, juga tidak begitu jelas. "Kami masih melakukan pemeriksaan dari beberapa saksi dan kasus ini masih kami dalami," ucapnya.

Ia menambahkan, dugaan sementara pelaku dari orang dalam sendiri. Nilai hardisc sangat kecil, yang bernilai itu dokumentasinya. Kemungkinan besar, pelaku dari orang suruhan, karena yang diambil hanya beberapa hardisc yang tidak memiliki nilai tinggi.

"Meski demikian, akan kami selidiki dan kami akan bekerjasama dengan Reskrim Polresta," tegas mantan Kapolsek Buduran tersebut. [beritajatim]

Tags

Komentar

 
x