Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 21:31 WIB

Jokowi Akui Medsos Tak Bisa Dikendalikan Negara

Oleh : Ray Muhammad | Senin, 11 September 2017 | 15:14 WIB
Jokowi Akui Medsos Tak Bisa Dikendalikan Negara
Presiden Joko Widodo - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Bandung - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kerap mendapatkan pertanyaan dari kepala-kepala negara lainnya diberbagai kesempatan soal penyebaran informasi di media sosial (medsos) Indonesia.

Demikian disampaikan Jokowi saat menyampaikan orasinya dalam Sidang Terbuka sekaligus Dies Natalis ke-60 Universitas Padjajaran (UNPAD) di Grha Sanusi Hardjadinata, Bandung, Jawa Barat, Senin (11/9/2017).

Ia menyampaikan, penyebaran informasi di medsos Tanah Air saat ini amat kejam akibat dampak percepatan dan perubahan perkembangan teknologi informasi.

"Wah, kalau di Indonesia (medsos) kejam banget. Semua informasi diperoleh dari media sosial, termasuk informasi-informasi bohong dan fitnah," kata Jokowi.

Jokowi menyayangkan, masyarakat masih kurang bijak menyikapi berbagai informasi yang beredar di medsos, tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

Bahkan, menuturnya masyarakat justru langsung menyebarkan informasi yang diterima di medsos di akun mereka sehingga menjadi viral.

"Akibatnya apa? Di media sosial, masyarakat lebih emosional. Ada apa sedikit, langsung ditanggapi," ucapnya.

Ia menambahkan, kejamnya dunia medsos juga dirasakan negara lainnya. Hal inilah yang dinilai memengaruhi lanskap politik dan ekonomi berbagai negara, seperti Inggris dan Amerika Serikat.

"Negara-negara lainnya bisa mengendalikan media, tapi medsos tidak. Media mainstream bisa dikendalikan, tapi medsos tidak bisa," ungkapnya.

Ia mencontohkan, saat momen referendum Brexit, Kepala Negara menghubungi Perdana Menteri Cameron dan diberi tahu Inggris akan menang besar.

"Kenyataannya berbeda, setelah referendum berubah total jadi kalah. Saya cari tahu, ternyata medsos memengaruhi. Di Amerika Serikat berdasarkan survei, Hillary Clinton unggul di atas Trump. Trump gunakan kampanye medsos luar biasa. Akhirnya juga berubah," tuturnya.[jat]

Tags

Komentar

 
x