Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 18:18 WIB

Pilkada Serentak 2018

Lukman Edy Ungguli Nama Bakal Cagub Riau 2018

Oleh : - | Minggu, 10 September 2017 | 22:07 WIB
Lukman Edy Ungguli Nama Bakal Cagub Riau 2018
Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi PKB Lukman Edy - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga Survei Indo Barometer baru menggelar survei untuk calon Gubernur Riau pada Pilkada 2018. Survei yang dilakukan oleh internal Partai Golkar melalui Indo Barometer, nama Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi PKB Lukman Edy unggul dari calon lain yang digadang-gadang maju sebagai kontestan.

"Melalui lembaga survei Indo Barometer pada tanggal 17 - 26 Agustus 2017, terungkap elektabilitas Lukman Edy terus menanjak meninggalkan HM Harris dan Arsyadjuliandi Rachman," kata Peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli, Minggu (10/9/2017).

Menurut dia, posisi Lukman Edy berada di puncak dengan elektabilitas jauh diatas HM Harris. Namun, HM Harris masih memiliki elektabilitas tertinggi dibandingkan dengan Arsyadjuliandi Rachman apalagi jika dibanding dengan Syamsuar.

"Karena Lukman Edy bukan kader Golkar, maka dalam rilis Indo Barometer baru-baru ini namanya tidak diungkap ke permukaan. Sehingga, pada rilis Indo Barometer itu hanya dititikberatkan kepada elektabilitas yang diperoeh HM Harris, Arsyadjuliandi Rachman dan Syamsuar," ujarnya.

Ia menjelaskan ada empat kali simulasi dalam survei terhadap nama-nama bakal calon kandidat Gubernur Riau di Pilkada 2018, yakni Lukman Edy selalu unggul dari calon lain dengan memperoleh dukungan antara 21,3 sampai 22,1 persen.

"Sementara M Harris menyusul dibelakang dengan dukungan 17,4 sampai 20 persen," jelas dia.

Kemudian, kata Hadi, Arsyadjuliandi Rachman memperoleh dukungan sebesar 15 - 17 persen. Sedangkan, Syamsuar menempati posisi terkahir yang hanya mendapatkan dukungan 12,6 - 13,1 persen.

Pasalnya, DPP Partai Golkar cukup terkejut dengan tingginya elektabilitas Lukman Edy yang merupakan Wakil Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bahkan, yang membuat terkejut lagi ketika elektabilitas Arsyadjuliandi Rachman sebagai incumbent terus merosot dari bulan ke bulan.

"Hal ini berdasarkan fakta dari hasil lembaga-lembaga survei terpercaya, seperti Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Indo Barometer," katanya.

Untuk diketahui, pelaksanaan survei dilakukan di seluruh wilayah Provinsi Riau yang meliputi 12 kabupaten/kota. Kemudian, jumlah sampel pada survei ini sebanyak 800 responden, dengan margin of error 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Di samping itu, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner dan menggunakan metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling.

Sementara, populasi survei ini adalah warga negara Indonesia di Provinsi Riau dan sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.[ris]

Komentar

 
x