Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 09:48 WIB

Nasib Korban First Travel Tunggu Putusan PN Jakpus

Oleh : - | Minggu, 10 September 2017 | 22:10 WIB
Nasib Korban First Travel Tunggu Putusan PN Jakpus
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Sidoarjo - Kejelasan berangkat dan tidaknya ke tanah suci bagi ribuan jemaah umrah yang mendaftar lewat First Travel (FT) Cabang Sidoarjo, tergantung hasil putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Kantor Cabang First Travel, Rudi saat audensi dengan para jemaah umrah di Perumahan Bumi Citra Fajar Sekawan Nyaman IV, Sidoarjo.

"Total jumlah calon jemaah umrah dan haji yang belum diberangkatkan sebanyak 3.350 orang. Rinciannya, yang mendaftarkan pada 2017 sebanyak 2.502 orang dan pada 2018 berjumlah 848 jemaah," katanya, Minggu (10/9/2017).

Dalam audiensi itu, Rudi menyampaikan hasil putusan persidangan terjeleknya jika FT dinyatakan pailit oleh pihak pengadilan, maka aset-aset milik perusahaan First Travel akan dijual. Artinya, hasilnya untuk mengembalikan uang para calon jemaah.

"Bagi yang mendaftarkan diri ke Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) akan mendapatkan ganti rugi, dan jika hasil putusan persidangan besok FT mampu memberangkatkan, hanya calon jemaah yang terdaftar di PKPU saja," ujarnya

Untuk itu, kata Rudi, salah satu upayanya adalah membantu mendaftarkan para jemaah ke PKPU di Jakarta dengan mengisi surat pernyataan dan pemberian surat kuasa kepada pihak First Travel.

"Hari ini kita akan mintai data dengan mengisi formulir surat pernyataan dan surat kuasa yang ditandatangani diatas materai dan paling lambat tanggal 15 September 2017 sebelum sidang kedua dilaksanakan," jelas dia.

Rudi menambahkan untuk saat ini upaya First Travel Kantor Cabang di Sidoarjo hanya sebatas memberikan pelayanan saja. Kantor First Travel di Sidoarjo tetap buka namun jam operasionalnya lebih pendek. "Setiap hari aktif kerja, kita masih buka," katanya.

Ia mengaku saat menghadiri sidang pertama di PN Jakarta Pusat (FT kantor pusat), pengacara dari pihak First Travel mengatakan nantinya akan muncul sebuah perjanjian dimana posisi sebagai debitur adalah pihak First Travel dan pihak kreditur adalah para calon jemaah umroh yang sudah mendaftar ke First Travel.

Sementara itu, Heri Mulyadi (68) warga Surabaya salah satu calon jemaah umrah pemberangkatan tahun 2018 yang sudah membayar lunas sejak setahun silam berharap kejelasan pemberangkatannya dan keluarga yang ikut didaftarkannya.

"Saya bersama keluarga yang sudah saya daftarkan, meminta kejelasan atau kepastian waktu pemberangkatannya. Jika memang uangnya akan dikembalikan (refund) kapan kepastiannya," kata Hari.[beritajatim.com]

Komentar

 
x