Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 23:22 WIB

Prasasti di Makam Gus Dur Akhirnya Diresmikan

Oleh : - | Minggu, 10 September 2017 | 19:03 WIB
Prasasti di Makam Gus Dur Akhirnya Diresmikan
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Jombang - Setelah mengalami proses penyiapan hampir setahun, prasasti makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akhirnya dibuka untuk umum. Sejak dipasang pada 21 Juni 2017, prasasti yang terletak di Kompleks Makam Keluarga Pesantren Tebuireng itu masih ditutupi selubung kain putih.

Putri kedua Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsoh yang akrab disapa Yenny Wahid mengatakan peresmian prasasti makam ini dilakukan secara sederhana. "Hanya tahlilan bersama keluarga dan beberapa teman dekat Gus Dur," ujar Yenny.

Istri Dhohir Farisi ini menuturkan prasasti makam tersebut bertuliskan pesan yang pernah disampaikan Gus Dur. Sebelum meninggal, Gus Dur ingin makamnya ditulisi 'Di Sini Berbaring Seorang Pejuang Kemanusiaan'.

"Amanat tersebut baru bisa diwujudkan oleh keluarga setelah hampir sewindu Gus Dur wafat dan dimakamkan di Pesantren Tebuireng Jombang," katanya.

Yenny menambahkan tulisan dalam prasasti tersebut sengaja dibuat dalam empat bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Arab, Inggris dan China. "Itu untuk menggambarkan universalitas sosok Gus Dur," jelas dia.

Gambaran universalitas sosok Gus Dur juga tercermin dari pilihan batu yang menjadi bahan prasasti tersebut. Sebab, prasasti berukuran 115 x 60 cm setinggi 45 cm itu tersusun dari tiga batu yang mewakili tiga peradaban dan telah berusia ribuan tahun.

Batu besarnya adalah Verde Patricia, marmer hijau yang berasal dari India. Di tengahnya terdapat onyx hijau yang berasal dari Persia. Sedangkan, tulisan yang berisi pesan Gus Dur dalam empat bahasa dipasang di Statuario, batu marmer dari Italia.

Peresmian prasasti makam Gus Dur itu dilakukan oleh Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (istri Gus Dur), didampingi dua putrinya, Alissa Qotrunnada Munawaroh (Alissa) dan Yenny Wahid. Beberapa keluarga dan orang dekat Gus Dur seperti Ngatawi Al-Zastrow juga tampak mendampingi.

Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz dan Nyai Hj. Lelly Lailiyah serta beberapa kerabat dekat Gus Dur di Tebuireng juga tampak menghadiri acara peresmian tersebut. Usai agenda peresmian, Shinta Nuriyah juga menyempatkan diri untuk beramah tamah di Dalem Kasepuhan Tebuireng.[beritajatim.com]

Tags

Komentar

 
x