Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 19:11 WIB

Peradi Siap Bantu Pemerintah untuk Rohingya

Oleh : - | Sabtu, 9 September 2017 | 02:11 WIB
Peradi Siap Bantu Pemerintah untuk Rohingya
Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menyampaikan sejumlah masukan kepada Pemerintah Indonesia untuk menghentikan konflik dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di wilayah Rakhine, Myanmar.

Masukan itu diserahkan langsung oleh Ketua Umum Peradi, Fauzie Yusuf Hasibuan dan sejumlah jajaran pengurusnya saat menyambangi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Jumat (8/9/2017).

"Peradi meminta agar Pemerintah Myanmar menghentikan operasi militer di wilayah Rakhine, segera mengubah sikap dengan dasar pandangan penegakan hukum dalam persoalan di sana," kata Fauzie.

Pemerintah Indonesia harus mendorong Myanmar agar memproses secara hukum oknum-oknum masyarakat yang diduga mengganggu keamanan maupun melakukan sparatisme, serta memproses oknum militer dan sipil yang diduga melanggar HAM.

"Peradi meminta Myanmar menerapkan kebijakan equality before the law dalam memperlakukan penduduk yang berada di wilayah Rakhine tanpa melihat suku, agama, dan perbedan lainnya. Kalau sudah melanggar HAM, kami berharap supaya ada kesamaan pandangan tidak kompromi soal etnis, agama, dan lain-lain," ujarnya.

Kemudian, pihaknya juga mendorong lembaga internasional untuk bersama-sama melakukan pendekatan maksimal dan meminta Myanmar untuk membuka akses bagi lembaga-lembaga internasional agar bisa menyalurkan bantuan kemanusiaan di sana.

Peradi mengapresiasi dan mendukung Pemerintah Indonesia yang melakukan langkah-langkah cepat dan strategis. Sehingga Indonesia menjadi bagian terdepan dan bekerja keras agar krisis di wilayah Rakhine itu bisa segera diselesaikan. "Peradi siap membantu pemerintah," kata Fauzie.

Menanggapi sejumlah masukan Peradi yang mempunyai sekitar 50 ribu avokat itu, Andri atas nama pemerintah menyampaikan apresiasi. Menurutnya, ini merupakan sinergitas antara pemerintah dan berbagai elemen lainnya untuk menyelesaikan permasalahan di Rakhine.

"Ini yang sebenarnya kita harapkan dalam rangka sinergi pemerintah dan masyarakat. Kita sangat memahami soal pentingnya HAM bagi lawyer. Kami sangat hargai sekali keprihatinan dan keresahan itu yang di sampaikan dengan cara yang elegant yaitu dengan beraudiensi ," katanya.

Bangsa Indonesia, lanjut Andri, telah melakukan sejumlah aksi nyata untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah di Rakhine. Indonesia akan tetap berkomitmen karena ini masalah kemanusiaan.

"Kemarin Menlu telah bertemu panglima militer Myanmar dan sampaikan konsentrasi kita. Indonesia juga telah memberikan banyak bantuan. Sebelumnya kita juga bangun sekolah di Rakhine juga," katanya.

Indonesia juga meminta semua elemen di Myanmar menahan diri. "Kita berharap semua ini akan segera berakhir dan kita memberikan solusi buat perdamaian," ujar Andri. [ton]

Tags

 
x