Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 19:49 WIB

Kejagung Tunggu Sikap Kejati Jatim Soal Dahlan

Oleh : - | Jumat, 8 September 2017 | 18:22 WIB
Kejagung Tunggu Sikap Kejati Jatim Soal Dahlan
Jaksa Agung HM Prasetyo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku masih menunggu sikap resmi dari Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur atas putusan Pengadilan Tinggi Jatim yang membebaskan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam kasus korupsi pelepaskan aset BUMD PT Panca Wirasa Usaha.

"Saya tunggu putusan resmi dari Kajati Jatim. Yang pasti sesuai SOP, ketika ada putusan bebas ya ada upaya hukum," katanya di Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Prasetyo mengatakan, hakim pengadilan tinggi yang menangani perkara itu memutuskan tidak bulat. Tiga hakim menyatakan tidak terbukti, satu terbukti dan satu hakim lepas demi hukum.

Karena itu, Kejati Jatim lah yang akan memutuskan untuk mengajukan upaya hukum kasasi. "Di PN negeri, hakim yakin terbukti, tapi di bandingnya hakimnya beda-beda. Tentu JPU harus mempertahankan keyakinanannya," katanya.

Juru Bicara Pengadilan Tinggi Surabaya Untung Widarto kepada wartawan di Surabaya, Selasa, memastikan upaya banding Dahlan Iskan dalam perkara ini telah dikabulkan.

"Sudah diputus oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Surabaya pada pekan lalu menjelang Idul Adha," ujarnya.

Dahlan Iskan mengajukan banding setelah dinyatakan bersalah dan divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya pada 21 April lalu.

Dalam perkara ini, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menilai Dahlan Iskan, yang menjabat Direktur Utama PT Panca Wira Usaha pada kurun waktu 2000 - 2010, telah menabrak aturan saat menjual aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kediri dan Tulungagung, yang menyebabkan kerugian negara miliaran rupiah.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya saat itu selain memvonis hukuman pidana tehadap Dahlan Iskan selama dua tahun, juga menjatuhkan denda Rp100 Juta, subsider dua bulan penjara, serta menyatakannya sebagai tahanan kota.[tar]

 
x