Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 07:15 WIB

OTT Hakim Bengkulu

MA Periksa Ketua Kuswanto di PT Bengkulu

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 8 September 2017 | 13:33 WIB
MA Periksa Ketua Kuswanto di PT Bengkulu
Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdulah - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mahkamah Agung (MA) langsung memeriksa Ketua Pengadilan Negeri Bengkulu, Kuswanto terkait operasi tangkap tangan penyidik KPK terhadap hakim PN Bengkulu Dewi Suryana oleh KPK.

Kuswanto diperiksa di Pengadilan Tinggi (PT) Bengkulu. Adapun Pemeriksaan itu dilakukan untuk mencari tahu apakah selaku atasan ia sudah memberi arahan pada bawahannya agar tidak menerima suap ataupun gratifikasi dari para pihak yang berpekara.

"Sekarang kepala PN Bengkulu telah ditarik ke Pengadilan Tinggi (Bengkulu), untuk menjalani pemeriksaan," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdulah di kantornya, Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Menurut dia, apabila dalam pemeriksaan ditemukan indikasi Kuswanto selaku atasan tidak memberikan arahan pada bawahan untuk tidak menerima suap dan mengetahui tindak pidana, akan tetapi dibiarkan, maka dia akan dinonaktifkan secara permanen.

Namun apabila dari hasil pemeriksaan itu Kuswanto sudah memberi arahan pada bawahan untuk tidak menerima suap dan menjaga kredibilitas hakim, maka penonaktifan itu akan dicabut.

Kendati begitu, dia belum merincikan hasil dari pemeriksaan. Sebab sampai saat ini pihaknya masih memeriksa, segingga hasilnya belum diketemukan.

"Dinonaktifkan tidak serta merta diartikan ada indikasi terlibat, tapi MA mengamankan agar jangan sampai selama proses pemeriksaan ada pihak lain yang memengaruhi. Ke depan setiap kejadian apapun kayak di Bengkulu akan lakukan hal yang sama. Diperiksa. Kalau tak ada hubungannya ya akan diklirkan secepatnya," kata dia.

Diketahui, Kuswanto dinonaktifkan sementara oleh MA lantaran anak buahnya, hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu Dewi Suryana, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK.

Selain menonaktifkan ketua PN Bengkulu, MA juga langsung menonaktifkan panitera PN Bengkulu yang juga atasan langsung dari panitera pengganti PN Bengkulu Hendra Kurniawan.

Dalam OTT ini, Dewi Suryana, Hendra dan seorang PNS bernama Syuhadatul Islamy, selaku keluarga terdakwa Wilson.

Dewi dan Hendra diduga menerima suap sebesar Rp125 juta dari Wilson lewat Syuhadatul. Pemberian uang tersebut disinyalir untuk mempengaruhi perkara dugaan korupsi yang menjerat Wilson.[jat]

 
x