Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 25 November 2017 | 03:33 WIB

Polri Tak Istimewakan Laporan Aris Budiman

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Kamis, 7 September 2017 | 22:43 WIB
Polri Tak Istimewakan Laporan Aris Budiman
Kabag Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Martinus - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Polri menegaskan tak membedakan antara kasus penyiraman air keras terhadap Novel dengan pelaporan Dirdik KPK Brigjen Aris Budiman terhadap Novel.

"Kasus Penyiraman Novel kan belum ada fakta-fakta yang bisa dijadikan bahan proses hukum. Belum ditemukan saksi dengan tersangka, tersangka dengan saksi, saksi dengan barang bukti. Kan belum," kata Kabag Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Martinus di Mabes Polri, Kamis (7/9/2017).

Dia mengatakan, dalam kasus laporan Dirdik KPK, penyidik dengan mudah mendapatkan alat bukti yaitu berupa email (surel) dari terlapor yakni Novel. Dalam email itu Novel mengirimkan sebuah pesan kepada Aris.

"Dalam kasus Aris, ada buktinya, jelas. Ada emailnya. Siapa yang nerima, siapa yang kirim, apa pesannya. Kan tertera" katanya.

Menurut Martinus, jika sudah menyangkut bukti teknologi maka tak bisa dihindarkan. "Jelas kan bisa dilacak. Teknologi ngga bisa disembunyikan" ucapnya.

Sebelumnya, kasus penyiraman air keras terhadap Novel hingga kini masih dalam penyelidikan, sedangkan kasus pelaporan Dirdik KPK Brigjen Aris terhadap Novel telah masuk dalam penyidikan.

Lambannya penanganan kasus penyiraman terhadap Novel, karena yang bersngkutan hingga saat ini tidak kooperatif seperti halnya belum mau mengungkap siapa jenderal yang terlibat dalam kasusnya.[jat]

Komentar

 
x