Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 02:30 WIB

Gus Ipul: Jas Hijau Jangan Pernah Hilangkan Ulama

Oleh : - | Kamis, 7 September 2017 | 17:01 WIB
Gus Ipul: Jas Hijau Jangan Pernah Hilangkan Ulama
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Jember - Wakil Gubernur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan jasa ulama dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia tak boleh dihilangkan. Komitmen para ulama terhadap Negara Kesatuan RI harus dijaga.

"Dalam situasi ini penting untuk mengingatkan semua pihak, bahwa bangsa ini didirikan para pejuang, para syuhada, dan tentu di dalamnya para ulama, para kiai. Kiai, ulama, dan guru para santri ikut mendirikan republik ini dan membahas dasar-dasar negara kita," kata Gus ipul, dalam acara kampanye Jas Hijau (Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama), di Pondok Pesantren Nurul Islam, Kabupaten Jember, Kamis (7/9/2017).

Acara itu dihadiri Kepala Kepolisian Resor Jember AKBO Kusworo Wibowo, Komandan Distrik Militer 0824 Letkol Infantri Rudianto, Wakil Bupati Abdul Muqit Arief, Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi.

"Jas Hijau, jangan sekali-kali hilangkan peran ulama ini, maksudnya: kita semua harus punya komitmen yang sama, tekad yang sama dengan para ulama dan kiai tentang negara kita ini. Ini harus dijaga dan dipelihara, ini sungguh sesuatu yang berharga bagi kita semua," kata Gus Ipul.

Dia mengatakan, jas Hijau bukan sekadar jargon semata. "Setiap hari salawatan itu isinya apa? Salawatan yang dibikin kiai-kiai adalah ajakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, cinta rasulullah, sekaligus cinta tanah air. Itu pendidikan karakter," kata Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan, di kalangan NU, pengetahuan sejarah terhadap jasa ulama dalam perjuangan bersama sudah nampak. "Memang di kalangan sejarah, tulisannya belum nampak. Pelan-pelan nanti (jasa para ulama ini) akan disampaikan," katanya.

"Sebenarnya pengakuan terhadap jasa-jasa ulama, pertama, diberikan masyarakat, oleh umat. Baru kemudian diberikan oleh negara secara resmi. Ke depan ada dua pekerjaan rumah kita. Satu, cinta tanah air. Dua, kita menjadi negara pemenang dalam persaingan global," katanya.

"Masyarakat harus unggul dari sisi akhlak, kepintarannya, tapi pada saat yang sama cinta tanah air. Kalau disimpulkan ada tiga harapan kami: bagaimana membangun masyarakat yang disiplin, berdaya saing, dan cinta tanah air," kata Gus Ipul.[beritajatim]

Komentar

 
x