Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 07:15 WIB

Langkah Polisi Sikapi Isu Pengepungan Borobudur

Oleh : - | Kamis, 7 September 2017 | 14:38 WIB
Langkah Polisi Sikapi Isu Pengepungan Borobudur
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Malang - Isu miring terhadap pengerahan massa untuk mengepung candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/9/2017) besok, menjadi atensi serius Kepolisian Resor Malang.

Dalam Dialog Lintas Agama di pendopo Kabupaten Malang, Kamis (7/9/2017) siang ini, Wakapolres Malang Kompol Decky Hermansyah meminta agar umat Islam di tanah air dan Kabupaten Malang pada khususnya, tidak terpancing dengan beredarnya kabar tersebut.

"Sejauh ini hubungan antar umat beragama di Kabupaten Malang sangat kondusif dan terjaga. Ada upaya kasus Rohingnya dibelokkan. Sehingga, munculah isu-isu tersebut. Alhmadulillah sampai detik ini, tidak terdapat warga dari Kabupaten Malang yang akan berangkat ke Jawa Tengah," tegas adik kandung Mantan Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji itu.

Menurut Decky, untuk meredam isu-isu yang tidak berdasar seperti itu, Polres Malang telah melakukan penyekatan dengan maksud, akan memberikan pemahaman kepada warga Kabupaten Malang yang berniat ikut demo ke Jawa Tengah.

Karena langkah yang tepat untuk membantu atas tragedy di Myanmar adalah, membantu secara langsung kebutuhan mereka seperti kebutuhan makan, pakaian, fasilitas kesehatan dan juga permukiman.

"Maka langkah yang tepat untuk menyelesaikan konflik di Myanmar, mari kita bersama-sama membantu saudara kita di Rohingya. Kita bisa salurkan bantuan sosial melalui lembaga-lembaga yang telah ditunjuk," paparnya.

Pemerintah Indonesia sejauh ini, lanjut Decky, sudah sejak tahun 2012 telah memberikan bantuan ke Myanmar. Bantuan kemanusiaan disalurkan melalui lembaga yang sudah ada, karena kalau tidak maka otoritas Myanmar akan menolak.

Terkait sejumlah konten berita atau informasi melalui lini massa media sosial terhadap kasus di Myanmar, Polres Malang sendiri sudah memiliki Tim Cybertroops berjumlah 48 personel.

"Penyebaran informasi di Myanmar melalui dunia maya sangat cepat dalam hitungan detik. Polres Malang memiliki team Cybertroops dengan jumlah 48 personel. Tim Cyber ini akan melaksanakan Patroli Cyber untuk memantau isu, melakukan counter opini untuk meluruskan isu-isu yang tidak benar,"urai Decky.

Langkah Tim Cybertroops Polres Malang adalah, memantau perkembangan diseluruh lini massa. Jika ada media sosial yang mengirimkan kabar bohong, Tim Cyber akan melaporkan pengelola medsos. Kemudian mengingatkan para pengguna akun selaku penyebar isu-isu meresahkan.

"Tim Cybertroops Polres Malang nantinya juga akan dibantu komunitas netizen, Polda Jatim dan kawan-kawan Jurnalis," Decky mengakhiri.[beritajatim]

Tags

 
x