Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 11:19 WIB

Bila Agus Dilaporkan, Pansus Dinilai akan Terpuruk

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 7 September 2017 | 07:12 WIB
Bila Agus Dilaporkan, Pansus Dinilai akan Terpuruk
Ketua Setara Institute Hendardi - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Rencana pelaporan terhadap Ketua KPK Agus Rahrdjo atas ucapannya bakal menjerat anggota Pansus melakukan obstruction of justice dinilai, malah akan merugikan pansus.

"Rencana pelaporan (malah akan) memperburuk kinerja Pansus Angket KPK di mata publik," kata Ketua Setara Institute Hendardi pada INILAHCOM, Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Menurut dia, DPR sebaiknya mengurungkan niat itu. Sebab, apabila itu dilakukan, diyakini masyarakat tidak akan respek kepada pansus. Sebab, laporan itu tidak bisa dipisahkan dengan kepentingan politik.

"Merupakan suatu hak hukum setiap orang (melaporkan), akan tetapi konteks politik yang melatarbelakangi pelaporan yang membuat pelaporan tersebut patut disayangkan," ujar dia.

Sebelumnya DPR berencana mempolisikan Ketua KPK Agus Rahardjo atas ucapannya terkait keberadaan Pansus Hak Angket KPK.

Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan mengenakan pasal 21. Upaya itu diambil karena tindakan yang dilakukan Pansus Angket KPK selama ini dianggap menghambat penegakan hukum yang tengah dilakukannya, terutama dalam kasus korupsi e-KTP.

Ia menjelaskan pasal yang mengatur obstruction of justice tertuang dalam Pasal 21 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Adapun bunyi Pasal 21 itu adalah setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 150.000.000 dan paling banyak Rp 600.000.000.[ind]

 
x