Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 18:39 WIB

Panas Rohingya hingga Indonesia

Oleh : R Ferdian Andi R | Kamis, 7 September 2017 | 01:03 WIB
Panas Rohingya hingga Indonesia
Massa menggelar aksi solidaritas untuk Rohingya di Jakarta - (Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine State memberi efek ke politik domestik Tanah Air. Gejolak yang terjadi Myanmar tersebut juga memberi imbas naiknya tensi politik di dalam negeri Indonesia. Panas Rohingya hingga Indonesia.

Sejumlah aksi massa belakangan muncul di Tanah Air sebagai respons atas tragedi yang menimpa warga Rohingya di Rakhine State. Bahkan, ada sekelompok massa yang berencana mendemo candi Borobudur. Namun rencana tersebut urung dilakukan.

Di Jakarta, kantor Kedutaan Besar Myanmar menjadi sasaran para demonstran yang memprotes aksi tentara Myanmar terhadap warga etnis Rohingya. Kantor ini tergolong favorit sebagai obyek demonstrasi. Sayangnya, awal pekan ini aksi protes atas kekerasan yang dialami etnis Rohingya dibumbui dengan aksi anarkisme dengan pelemparan bom molotov ke Kedubes Myanmar.

Tidak sekadar itu, berbagai pernyataan politik yang muncul di publik, memberi kesan kelambatan sikap pemerintah RI dalam merespons krisis yang terjadi di Rakhine State tersebut.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon memberi catatan soal sikap RI yang terkesan lambat dalam merespons krisis yang terjadi di Rakhine. Menurut dia, sikap Indonesia seperti tidak mencerminkan sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. "Indonesia seperti tidak menunjukkan sebagai negara pemimpin di ASEAN, negara muslim terbesar di dunia, tidak menunjukkan itu," sesal Fadli.

Namun, kritik dari publik terhadap sikap pemerintah yang dinilai lamban, dijawab oleh aksi diplomasi yang dilakukan Menlu Retno LP Marsudi yang secara maraton berkunjung ke Myanmar dan Bangladesh. Sejumlah proposal penyelesaian atas krisis di Rakhine ditawarkan oleh RI untuk menyelesaikan persoalan yang menimpa warga Rohingya dengan formula 4+1.

Anggota Komisi I DPR RI Arwani Thomafi menilai diplomasi yang dilakukan pemerintah RI justru menampilkan diplomasi khas Indonesia dengan sikap moderasi dalam menyelesaikan krisis di Rakhine. "Usulan formula RI ke pemerintah Myanmar terkait etnis Rohingya merupakan formula yang moderat dan solutif yang bercirikan Indonesia yakni politik bebas aktif," kata Arwani di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Dia juga menilai langkah Menlu yang berkunjung ke Bangladesh juga melengkapi upaya nyata dalam penyelesaian krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya. Ia menilai upaya yang dilakukan pemerintah RI mencerminkan nilai konstitusi termasuk mendorong penegakan HAM. "Formula usulan RI dalam merespons krisis di Rakhine State juga sarat dengan spirit konstitusi khususnya terkait dengan perlindungan HAM," tambah Ketua Fraksi PPP MPR RI ini.

Dalam kesempatan tersebut Arwani juga mengajak elemen di Tanah Air agar memfokuskan diri pada pengumpulan bantuan kemanusiaan kepada warga Rohingya. Menurut dia, langkah tersebut jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat Rohingya. "Langkah ini akan jauh lebih konkret untuk mengurangi beban yang saat ini dialami oleh warga Rohingya," tandas Arwani.

Komentar

 
Embed Widget

x