Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 19:18 WIB

Novel Kecewa Kembali Dilaporkan ke Polisi

Oleh : Ivan Setyadi | Rabu, 6 September 2017 | 16:19 WIB
Novel Kecewa Kembali Dilaporkan ke Polisi
Penyidik KPK Novel Baswedan - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik KPK Novel Baswedan kembali dilaporkan ke kepolisian. Kali ini, Novel dituduh mencemarkan nama baik kepolisian atas statemenya disalah satu media massa.

Menanggapi hal tersebut, Novel melalui kuasa hukumnya, Alghiffari Aqsa hanya bisa menyesali laporan tersebut.

"Tujuannya untuk melemahkan KPK dan menyingkirkan orang berintegritas seperti Novel di KPK," kata Alghiffari Aqsa saat dikonfirmasi, Rabu (6/9/2017).

Laporan tersebut dinilai sebagai salah satu upaya melemahkan KPK dan Novel secara pribadi.

Selain itu, Aqsa juga menilai, laporan-laporan itu malah sebagai bentuk pengalihan isu yang lebih penting, yakni kekerasan terhadap Novel. Padahal, kasus Novel sampai saat ini masih belum jua menemui titik terang.

"Selain itu, target dari pelaporan bukan keadilan, tapi memang untuk mendiskreditkan Novel," tegasnya.

Tidak hanya itu, ia menilai laporan-laporan dari pihak kepolisian justru membuktikan jika polisi tidak berintegritas. "Karena semakin menunjukan polisi anti kritik dan tidak memahami demokrasi," pungkasnya.

Seperti diketahui, Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Polri Kombes Erwanto ikut melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya. Novel dituduh mencemarkan nama baik kepolisian. Laporan tersebut disampaikan pada Selasa, 5 September 2017 dengan nomor LP/4198/IX/2017/PMJ/Dit. Reskrimus.

Erwanto yang sempat menjadi penyidik KPK disebut tak terima dengan pernyataan Novel di salah satu media massa yang menganggap penyidik KPK dari Polri memiliki integritas rendah. Pernyataan kerabat Anies Baswedan itu muncul saat mempermasalahkan proses rekrutmen penyidik KPK.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman lebih dulu melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya dengan dasar pencemaran nama baik. Aris mempermasalahkan surat elektronik (surel) yang dikirim Novel.

Dalam surel tersebut, Novel menyebut Aris tidak memiliki integritas dan direktur penyidikan terburuk sepanjang KPK berdiri. Hal ini yang memantik Aris melaporkan Novel.[jat]

 
x