Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 18:00 WIB

Kecam Pansus, Agus Dinilai Gagal Paham

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 6 September 2017 | 06:09 WIB
Kecam Pansus, Agus Dinilai Gagal Paham
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dinilai tengah mempermalukan dirinya sendiri di muka publik atas ancamannya kepada seluruh anggota Pansus Hak Angket KPK.

"Iya itu ucapan orang yang tidak faham dengan Undang-undang Dasar dan merasa KPK itu lebih tinggi dari DPR," kata Anggota Komisi III DPR Romo Muhammad Syafi'i pada INILAHCOM, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Sebab, tegas Politikus Gerindra itu, keberadaan Pansus sesuai dengan UUD 1945. Kemudian, dalam menjalankan tugasnya DPR memiliki hak imunitas untuk bicara dan bertindak sesuai Undang-undang yang berlaku yaitu UU MD3.

"Harus dicatat oleh KPK bahwa DPR ini diatur dalam Undang-undang dasar, karena KPK lahir yang dibuat undang-undang oleh DPR jadi jangan merasa paling tinggi," ujar dia menegaskan.

Agus Rahardjo sebelumnya mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan mengenakan pasal 21. Upaya itu diambil karena tindakan yang dilakukan Pansus Angket KPK selama ini dianggap menghambat penegakan hukum yang tengah dilakukannya, terutama dalam kasus korupsi e-KTP.

Ia menjelaskan pasal yang mengatur obstruction of justice tertuang dalam Pasal 21 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Adapun bunyi Pasal 21 itu adalah setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 150.000.000 dan paling banyak Rp 600.000.000.[ind]

 
x