Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 05:07 WIB

Pimpinan PT Azizi Tour Ditetapkan jadi DPO Polisi

Oleh : - | Selasa, 5 September 2017 | 21:13 WIB
Pimpinan PT Azizi Tour Ditetapkan jadi DPO Polisi
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Meulaboh - Polres Aceh Barat menetapkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) pimpinan PT Azizi Tour And Travel dalam kasus dugaan tidak pidana Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Jamaah Haji.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho mengatakan pemilik biro wisata dan umroh tersebut beralamat di Medan Sumatera Utara atas nama Nazila Lubis, sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tersangka utamanya itu sudah kita tetapkan sebagai DPO. Sebab setelah ditetapkan sebagai tersangka, anggota kita datangkan ke sana (PT Azizi Tour Medan) sudah tutup, TSK tidak ada, sementara kasus ini sudah ditingkatkan ketahap penyidikan,"katanya di Meulaboh, Selasa (5/9/2017).

Pernyataan itu disampaikan disela pemeriksaan pimpinan PT Azizi Tour And Travel Kantor Perwakilan Cabang Aceh Barat, inisial CMP, yang juga tersandung dalam kasus dugaan tindak penipuan terhadap 164 calon jamaah umroh di wilayahnya.

Teguh menuturkan DPO yang beralamat di Medan Sumatera Utara tersebut, saat ini dalam pengejaran pihak kepolisian, Polri di wilayah hukum Sumatera Utara sudah saling koordinasi mencari dan menangkap tersangka.

Dalam kasus tersebut, penyidik Polres Aceh Barat telah melakukan pemeriksaan 10 orang saksi, kemudian akan ditambah lagi keterangan saksi dari Kementrian Agama (Kemenag) terkait dengan legalitas operasional PT Azizi Tour And Travel tersebut.

Sementara itu pimpinan PT Azizi Tour And Travel Kantor Perwakilan Cabang Aceh Barat, inisial CMP kepada wartawan mengungkapkan, dirinyapun menjadi korban dalam kasus tersebut, karena itu dirinya menghormati hukum dan ikut melaporkan NL ke Polri.

"Saya perwakilan Azizi Aceh Barat, jadi, bukan pemilik perusahaan, kalau saya menipu saya tidak di sini hari ini dan saya tidak ke Bareskrim Mabes Polri. Duluan kita lapor ke Mabes, baru muncul First Travel, saya memperjuangkan nasib jamaah saya,"sebutnya.

Ia mengakui adanya gagal keberangkatan jamaah lewat pelayanan jasa mereka berikan dengan total 164 orang calon pengguna jasa dan taksiran kerugian telah diserahkan ke pemilik perusahaan Azizi Tour senilai Rp3 miliar.

Ia menyatakan tetap memperjuangkan nasib jamaah yang menggunakan jasa dari kantor cabang Aceh Barat, namun apabila sudah ditetapkan sebagai tersangka, dirinyapun menarik langkah mundur karena sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi.

"Kalau saya sudah ditetapkan sebagai tersangka, saya pastinya tidak bisa lagi berjuang untuk keberangkatan jamaah. Saya menduga ada aktor dibalik semua aksi membuat jamaah Aceh Barat anarkis, yang sengaja ingin membunuh karakter saya,"pungkasnya.[tar]

Tags

Komentar

 
x