Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 November 2017 | 13:31 WIB

Patrialis: Saya Tidak Makan Uang Negara

Oleh : Ivan Setyadi | Senin, 4 September 2017 | 15:33 WIB
Patrialis: Saya Tidak Makan Uang Negara
Terdakwa kasus dugaan suap judicial review di Mahkamah Konstitutsi (MK) Patrialis Akbar, saat menjalani sidang dengan agenda mendengarkan vonis Hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Hakim MK Patrialis Akbar mempersilahkan publik menilai putusannya selama delapan tahun penjara.

Dalam vonis, dia dianggah secara sah dan terbukti menerima suap terkait uji materi Undang-Undang Nomor 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Supaya rakyat Indonesia mengetahui bahwa, saya ini tidak makan uang negara, tidak makan uang fakir miskin, tidak makan uang bansos dan uang rakyat," katanya usai sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/9/2017).

"Anda bayangkan, orang-orang yang makan uang negara, telah mengembalikan uang negara puluhan miliar, bahkan ada ratusan miliar berapa hukumannya," sambungnya.

Di dalam persidangan, Patrialis mengaku sudah berusaha maksimal melakukan pembelaan dengan berbagai argumentasi sesuai fakta persidangan.

"Bagaiamana dengan saya yang tidak makan uang negara, dan itu pun dalam perbedaan pandangan antara saya dan hakim," bebernya.

Patrialis terbukti telah menerima suap dari pengusaha daging Basuki Hariman dan stafnya Ng Fenny melalui Kamaludin. Majelis hakim pun memberikan hukuman tambahan untuk Patrialis mengembalikan uang yang telah diterima dari Basuki.

Vonis majelis hakim ini lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK. Sebelumnya Patrialis dituntut 12,5 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider enam bulan kurungan penjara.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x