Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 26 September 2017 | 19:55 WIB

Patrialis Ogah Komentari Putusan Hakim

Oleh : Ivan Sethyadi | Senin, 4 September 2017 | 14:58 WIB
Patrialis Ogah Komentari Putusan Hakim
Terdakwa kasus dugaan suap judicial review di Mahkamah Konstitutsi (MK) Patrialis Akbar, saat menjalani sidang dengan agenda mendengarkan vonis Hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar tak mau buru-buru menyikapi vonis delapan tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim.

Selama proses persidangan, Patrialis bersama tim kuasa hukum sudah berjibaku memberikan pembelaan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

"Dalam pembelaan saya, bahwa saya tidak salah, kemudian hakim menyatakan saya salah. Saya tidak akan mau berikan penilaian pada putusan hakim karena ini adalah otoritas hakim untuk putuskan," katanya usai mendengarkan sisang vonis di Pengadilan Tipikor, Senin (4/9/2017).

"Saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa untuk menilai mana yang benar dan tidak," sambungnya.

Patrialis memastikan, dirinya dan tim kuasa hukum akan memikirkan langkah selanjutnya terhadap putusan hakim.

"Saya dengan pengacara sudah sepakat pikir-pikir dulu, karena ada waktu seminggu, saya tidak mau mencela putusan hakim di depan umum, karena tidak etis. Saya tetap menjaga dan menghormati putusan hakim," ungkapnya.

Patrialis terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap terkait uji materi Undang-Undang Nomor 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Patrialis terbukti telah menerima suap dari pengusaha daging Basuki Hariman dan stafnya Ng Fenny melalui Kamaludin. Majelis hakim pun memberikan hukuman tambahan untuk Patrialis mengembalikan uang yang telah diterima dari Basuki.

Vonis majelis hakim ini lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK. Sebelumnya Patrialis dituntut 12,5 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider enam bulan kurungan penjara. [rok]

 
x