Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 September 2017 | 18:09 WIB

Patrialis Akbar Divonis Delapan Tahun Penjara

Oleh : Ivan Setyadi | Senin, 4 September 2017 | 13:06 WIB
Patrialis Akbar Divonis Delapan Tahun Penjara
Terdakwa kasus dugaan suap judicial review di Mahkamah Konstitutsi (MK) Patrialis Akbar, saat menjalani sidang dengan agenda mendengarkan vonis Hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta - (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar divonis delapan tahun penjara.

Patrialis terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap terkait uji materi Undang-Undang Nomor 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Patrialis Akbar, dengan pidana penjara selama delapan tahun dan pidana denda sebesar Rp300 juta," kata Ketua Majelis Hakim Nawawi Pomolango di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (4/9/2017).

Patrialis terbukti telah menerima suap dari pengusaha daging Basuki Hariman dan stafnya Ng Fenny melalui Kamaludin. Majelis hakim pun memberikan hukuman tambahan untuk Patrialis mengembalikan uang yang telah diterima dari Basuki.

"Menjatuhkan pidana tambahan, membayar uang pengganti sebesar Rp4,04 juta dan US$10 ribu, dengan ketentuan apabila terdakwa Patrialis Akbar tak membayar setelah satu bulan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap maka harta bendanya akan disita, jika tak memiliki harta benda yang mencukupi maka diganti pidana penjara enam bulan," tutur Hakim Nawawi.

Vonis majelis hakim ini lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK. Sebelumnya Patrialis dituntut 12,5 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider enam bulan kurungan penjara.

Atas putusan tersebut, Patrialis dan kuasa hukum menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut.

Sama seperti Patrialis dan tim kuasa hukum, Jaksa penuntut umum KPK juga menyatakan masih pikir-pikir atas vonis tersebut.[jat]

 
x