Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 11:15 WIB

Polri Jangan Takut Hukum Berat Dalang Saracen

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 4 September 2017 | 08:11 WIB
Polri Jangan Takut Hukum Berat Dalang Saracen
Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin meminta kepada aparat penegak hukum untuk menjerat otak intelektual dan pendana dibelakang grup saracen atau ujaran kebencian berkonten SARA. Sebab, baru saja Bareskrim Polri ungkap tiga pelaku kejahatan saracen tersebut.

"Polri jangan ragu menindak tegas otak intelektual dan pendana dibelakang grup saracen tersebut," katanya kepada INILAHCOM, Minggu (3/9/2017).

Wakil Ketua Komisi I DPR ini menjelaskan terlebih sanksi hukum bagi penyebar konten ujaran kebencian sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), maka sudah jelas payung hukumnya.

"Dalam UU ITE sudah secara jelas disebutkan bahwa pelaku penyebar konten ujaran kebencian bisa dipenjara hingga tujuh tahun penjara. Jadi, Polri jangan ragu untuk menindak tegas pelaku," tandsanya.

Untuk diketahui, Bareskrim Polri berhasil menciduk tiga pengurus saracen, group sosial media yang kerap memprovokasi isu SARA yakni MFT (43), SRN (32) dan JAS (32). Mereka sudah beroperasi sejak November 2015, bahkan memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksinya.

Peran MFT yang membidangi media dan informasi situs saracennews.com, sedangkan pelaku SRN sebagai koordinator grup wilayah dan pelaku JAS perannya sebagai ketua. Mereka menggunakan beberapa sarana untuk menyebarkan ujaran kebencian berkonten SARA.

Pasalnya, pelaku ini mengunggah ujaran kebencian yang berbau SARA berdasarkan pesanan. Tujuannya, mereka menyebarkan konten tersebut semata alasan ekonomi. Para pelaku menyiapkan proposal untuk disebar kepada pihak pemesan, setiap proposal ditawarkan dengan harga puluhan juta rupiah.[ris]

 
x