Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 00:41 WIB

PKB Sebut Konflik Rohingya Kepentingan Ekonomi

Oleh : Agus Irawan | Senin, 4 September 2017 | 00:45 WIB
PKB Sebut Konflik Rohingya Kepentingan Ekonomi
Wakil Sekjen PKB Daniel Johan - (Foto: Dpr)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Sekjen PKB Daniel Johan mengatakan kekerasan yang terjadi terhadap warga etnis Rohingya yang berada di Rakhine, Myanmar bukan konflik agama melainkan adanya kepentingan ekonomi.

"Ada konflik kepentingan ekonomi yang dibungkus seperti yang terjadi adalah konflik agama, karena di sana ada jalur sumber energi, seperti gas dan minyak, jadi terkesan konflik agama, hal itu dibiarkan oleh militer Myanmar," kata Daniel
Wihara Dharma Bakti ( Cin Te Yen) di Jalan Kemenangan No 03, Glodok, Kota, Jakarta Barat, Minggu (3/9/2017).

Daniel menyebutkan jika kasus antar etnis Myanmar telah terjadi sejak lama pada masa penjajahan Inggris. Karena Inggris menggunakan politik dalam memecahkan etnis dan terus dipelihara untuk peta konflik.

"Kalau dilihat dari perjalanannya kasus etnis ini sudah ada sejak penjajahan Inggris yang sengaja membela etnis, seperti di Khasmir," ujarnya.

Menurutnya kasus kemanusian kepada warga Rohingya tidak dapat dilihat sebagai koflik bagi pemeluk agama Budha dan etnis Rohingya yang mayoritas muslim.

"Di Budha juga tidak ada yang membenarkan pemeluk agama teibat dalam perang, apalagi sampai terjadi pembunuhan, " ungkapnya. [hpy]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x