Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 02:54 WIB

Pilkada di 4 Kabupaten NTT Terancam Ditunda

Oleh : - | Sabtu, 2 September 2017 | 16:18 WIB
Pilkada di 4 Kabupaten NTT Terancam Ditunda
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Kupang - Pelaksanaan pilkada di empat kabupaten di provinsi berbasis kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam ditunda karena belum dilakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

"Dalam PKPU 1 Tahun 2017, batas waktu penandatanganan NPHD tanggal 27 September 2017. Sementara surat terakhir KPU RI, jika sampai dengan akan dibentuknya panitia adhoc pada 12 Oktober, maka tahapan pelaksanaan pemilihan akan ditunda," kata Ketua KPU Provinsi NTT Maryanti Luturmas Adoe, Sabtu (2/9/2017).

Menurut dia, hal itu berkaitan dengan konsekwensi jika empat kabupaten ini tidak segera menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara pemerintah dan KPU setempat.

Empat dari 10 kabupaten yang hingga saat ini belum menandatangan NPHD adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nagekeo, Sumba Tengah dan Rote Ndao.

Pada 2018 mendatang, akan dilaksanakan pemilihan gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2013 serta pemilihan bupati dan wakil bupati di sepuluh kabupaten di provinsi berbasis kepulauan itu.

Sepuluh kabupaten yang akan melaksanakan pilkada serentak pada 2018 itu adalah Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Sikka, Alor, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Rote Ndao.

Maryanti Luturmas Adoe menambahkan, dari empat kabupaten yang belum menandatangani NPHD, hanya Kabupaten Nagekeo yang masih ada masalah dengan besaran anggaran yang diusulkan KPU.

Menurut dia, ada pemangkasan sebesar Rp2 miliar dari Rp20 miliar yang diusulkan KPU oleh DPRD. Padahal besaran anggaran itu sudah dilakukan rasionalisasi dan sudah dibahas dengan TAPD. [ton]

 
x