Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 September 2017 | 03:07 WIB

Pemerintah Diminta Lengkapi Aturan Hate Speech

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 1 September 2017 | 05:04 WIB
Pemerintah Diminta Lengkapi Aturan Hate Speech
Ketua DPP Partai Golkar Indra Bambang Utoyo
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Indra Bambang Utoyo mengatakan kasus Saracen seharusnya menjadi peringatan agar kedepan rakyat Indonesia tidak terpancing dengan isu-isu SARA atau ujaran kebencian yang muncul di media sosial.

"Kedepan memang kita hrs waspada krn serangan2 seperti itu bisa memburukkan keadan di masyarakat, apalagi bila menyentuh SARA," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (31/8/2017).

Ia menyatakan untuk membendung kejadian ini tidak terus terulang, salah satu langkah yang harus diambil pemerintah adalah dengan melengkapi aturan-aturan tentang adanya ujaran kebencian atau Hate Speech.

"Pemerintah harus melengkapi peraturan peraturan yang menjaga ujaran-ujaran di medsos yang buruk dan mencegahnya untuk berkembang," ulasnya.

Sebelumnya PPATK menyatakan pihaknya dapat memberikan bantuan penelusuran pengguna jasa Saracen. Hal itu ditelusuri dari aliran uang. Meski demikian, bukan perkara mudah untuk menelusuri para konsumen tersebut. Pasalnya, PPATK kerap kesulitan untuk mengungkap apabila identitas pemilik tidak diketahui atau palsu.

Diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Patroli Siber Direktorat Siber Bareskrim Polri menangkap tiga anggota kelompok Saracen. Jasriadi (32), Sri Rahayu (32), dan Faisal Tonong (43) ditangkap di tiga tempat berbeda.

Mereka diduga melakukan penyebar konten negatif yang menyinggung SARA serta ujaran kebencian. Saracen diduga memproduksi konten tersebut berdasarkan pesanan dengan tarif puluhan juta. [hpy]

 
x