Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 November 2017 | 18:40 WIB

Tantangan Bagi Aris Budiman, Pembawa Pesan KPK

Oleh : R Ferdian Andi R | Kamis, 31 Agustus 2017 | 19:40 WIB
Tantangan Bagi Aris Budiman, Pembawa Pesan KPK
Direktur Penyidikan KPK Brigjen (Pol) Aris Budiman - (Foto: Inilahcom/Didik Setiawan)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Nyanyian Direktur Penyidikan (Dirdik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen (Pol) Aris Budiman di hadapan Pansus Angket KPK DPR RI menimbulkan sejumlah dampak. Baik menyasar Aris, maupun internal KPK. KPK harus hati-hati meresponsnya. Kini yang terjadi, Aris Budiman, si pembawa pesan bakal mendapat tantangan.

Kehadiran Dirdik KPK Aris Budiman di hadapan Pansus Angket KPK, Selasa (29/8/2017) memberi dampak luas baik bagi diri Aris Budiman, KPK termasuk Pansus Angket KPK DPR RI yang saat ini tengah bergulir. Kehadiran Aris memberi dampak terhadap nasib dirinya sebagai Direktur Penyidik KPK, jabatan strategis di KPK yang baru disandang pada 2015 lalu. Di sisi lain, Aris Budiman juga telah melaporkan penyidik senior KPK Novel Baswedan terkait UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ke Bareskrim Mabes Polri.

Kehadiran Aris di depan Pansus Angket KPK berbuntut pada persidangan di Pertimbangan Pegawai di KPK yang akan digelar pekan depan. Kehadiran Aris di Pansus Angket KPK tanpa persetujuan Pimpinan KPK meski, Aris memiliki argumentasi mengapa dirinya hadir di hadapan Pansus KPK di antaranya ingin menyelamatkan KPK.

Wakil Ketua Pansus Angket KPK DPR RI Taufikul Hadi mengatakan apa yang dilakukan Aris Budiman hadir di Pansus Angket KPK merupakan langkah yang tepat. Aris, menurut politisi Partai NasDem ini telah membuka sisi gelap KPK yang selama ini disembunyikan.

"Publik harusnya berterima kasih kepada yang bersangkutan karena kita semua akhirnya tahu bahwa ternyata KPK dikuasai segelintir orang yang memanfaatkan kepercayaan publik," ujar Taufik di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Taufik menyebutkan penjelasan Aris juga menyingkapkan adanya gesekan di internal KPK antara penyidik senior bersama kelompoknya dengan penyidik yang berasal dari Polri. "Kondisi ini harus segera diakhiri karena dapat mengganggu agenda pemberantasan korupsi dan rawan dibajak oleh kepentingan tertentu di luar kepentingan negara dan rakyat," tambah Taufik.

Sementara Wakil Ketua KPK Laode Syarif menampik pernyataan Aris Budiman tentang adanya faksi di internal penyidik KPK. Laode memastikan di internal KPK solid. Menurut dia, penanganan kasus di KPK dilakukan secara kolektif kolegial. "Pimpinan itu satu untuk lima, lima untuk satu. Nggak ada pecah-pecahan," bantah Laode di gedung KPK, Kamis (31/8/2017).

Keterangan Aris Budiman di hadapan Pansus Angket KPK DPR RI sudah selayaknya didudukkan secara proporsional. Bila pun kehadiran Aris Budiman dianggap tidak sesuai dengan aturan main di internal KPK, namun bukan berarti tidak menjadikan penjelasan Aris di hadapan Pansus KPK DPR RI tidak memiliki makna penting bagi lembaga KPK.

Penjelasan Aris Budiman di depan Pansus KPK bisa ditindaklanjuti oleh pimpinan KPK untuk memastikan tidak ada persoalan di tubuh organisasi KPK. Selain itu, sejumlah persoalan yang mencuat di KPK terkait penanganan kasus korupsi seperti persoalan barang sitaan, safe house KPK dan sejumlah persoalan lainnya, juga harus ditindaklanjuti KPK.

Boleh tidak sependapat dengan keberadaan Pansus Angket KPK, namun pesan perbaikan yang muncul dari Pansus Angket KPK DPR RI semestinya ditangkap dengan baik oleh KPK untuk memastikan persoalan yang ditudingkan tidak muncul.

Komentar

 
x