Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 September 2017 | 11:12 WIB

Pemerintah Harus Jelaskan, Saracen Tidak Politis

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 31 Agustus 2017 | 07:02 WIB
Pemerintah Harus Jelaskan, Saracen Tidak Politis
Politikus PKS Mardani Ali Sera - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Politikus PKS Mardani Ali Sera menilai pemerintah memiliki pekerjaan rumah dalam kasus penyebaran ujaran kebencian yang menggunakan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), Saracen. Setidaknya pemerintah harus mampu menjelaskan jika kasus ini tidak politis.

"Kalau motif politik nanti kelihatan ke arah mana kasusnya bergulir. Pemerintah harus menjelaskan ke publik semua sisi penyelidikannya. Agar tidak terkesan politis ataupun tidak adil sampaikan ke publik fakta-fakta yang ditemukan," katanya kepada INILAHCOM, Rabu (30/8/2017).

Ia mengaku setuju dengan pemerintah dimana info hoax adalah bentuk kejahatan yang harus segera dihilangkan. Apalagi penyebaran berita atau info Hoax atau berita berbau SARA dilakukan secara massal. Itu harus segera disetop.

"Saya setuju denga pemerintah bahwa hoax adalah kejahatan di dunia maya. Jika sudah terencana dan diproduksi secara massal mesti dihentikan," tandasnya.

Sebelumnya PPATK menyatakan pihaknya dapat memberikan bantuan penelusuran pengguna jasa Saracen. Hal itu ditelusuri dari aliran uang. Meski demikian, bukan perkara mudah untuk menelusuri para konsumen tersebut. Pasalnya, PPATK kerap kesulitan untuk mengungkap apabila identitas pemilik tidak diketahui atau palsu.

Diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Patroli Siber Direktorat Siber Bareskrim Polri menangkap tiga anggota kelompok Saracen. Jasriadi (32), Sri Rahayu (32), dan Faisal Tonong (43) ditangkap di tiga tempat berbeda.

Mereka diduga melakukan penyebar konten negatif yang menyinggung SARA serta ujaran kebencian. Saracen diduga memproduksi konten tersebut berdasarkan pesanan dengan tarif puluhan juta. [hpy]

 
x