Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 November 2017 | 18:17 WIB

11 Anak Ular Berbisa Nyaris Diselundupkan ke Afsel

Oleh : - | Senin, 28 Agustus 2017 | 23:15 WIB
11 Anak Ular Berbisa Nyaris Diselundupkan ke Afsel
(Foto: beritajatim)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Belasan anak ular yang dimasukkan di boneka minion dan kardus mie yang akan dikirim ke Afrika, diamankan petugas Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya di Jalan Raya Juanda Sidoarjo, Senin (28/8/2017).

Dikatakan Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi pengungkapan kasus ini berawal dari informasi di Juanda Mail Processing Centre soal adanya paket yang hendak dikirim ke Afrika Selatan.

"Petugas mencurigai paketan yang ada. Setelah dibuka ternyata ditemukan 11 (sebelas) anak ular yang dimasukan dalam boneka Minion," katanya.

Dia menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan dan identifikasi, diketahui dua jenis ular berbisa itu bisa mematikan. Identifikasi itu berdasarkan katalog ular asli Indonesia.

"Sesuai dengan ciri-ciri ular, mulai dari spesiesnya, warna dan motif sisik, bentuk kepala dan ekor ular, ular tersebut sangat membahayakan," jelasnya.

Musyaffak menegaskan, ular-ular yang diamankan tidak memenuhi persyaratan sesuai UU No. 16 tahun 1992, yaitu tanpa dilengkapi dengan Sertifikat kesehatan (health certificate) dari daerah asal, dan tidak melaporkan atau menyerahkan kepada petugas karantina untuk dilakukan tindakan karantina.

"Bagi pelanggar ketentuan, atas nama perorangan maupun instansi, akan kita tindak tegas dan bisa terancam kurungan 5 tahun dan denda uang sebesar Rp. 150 juta," jelasnya.

Dia menyebutkan, ada 11 ekor ular diantaranya, 10 (sepuluh) ekor ular merupakan Ular Kapak Hijau atau Indonesian Pit Viper (Trimeresur us insularis, non Appendix atau tidak dilindungi tetapi berbisa) dan 1 (satu) ekor ular diidentifikasi sebagai Ular Anang / Lanang atau King Cobra (Ophiophagus hannah).

Ular Kapak Hijau merupakan spesies endemik yang biasanya hidup di Alor, Bali, Flores, Lombok, Sumba, dan Sumbawa. Sedangkan Ular Anang adalah ular berbisa terpanjang di dunia dengan panjang tubuh ular dewasa secara keseluruhan mencapai sekitar 5,7 meter.

"Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) 3.1, status konservasinya termasuk dalam kategori rentan, yang mana spesies endemik nya berada di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan Bali," jelasnya. [beritajatim]

Komentar

 
x